Dukung Satgas Antimafia Bola, Para Petinggi Klub Liga 1 Bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menerima audiensi 18 petinggi klub Liga 1 2019 di rumah dinasnya, terkait dukungan ke Satgas Antimafia Bola.

Dukung Satgas Antimafia Bola, Para Petinggi Klub Liga 1 Bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Istimewa
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menerima audiensi 18 petinggi klub peserta Liga 1 2019 di rumah dinasnya, Selasa (12/3/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menerima audiensi 18 petinggi klub peserta Liga 1 2019 di rumah dinasnya, Selasa (12/3/2019) pagi.

Turut hadir dalam acara tersebut Karoprovos Divpropam Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo selaku Kasatgas Antimafia Bola dan Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Pol Krishna Murti selaku Wakasatgas Antimafia Bola.

Dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, para manajer atau CEO klub peserta Liga 1 Tahun 2019 menyampaikan apresiasi kepada Kapolri yang telah membentuk Satgas Antimafia Bola.

Mereka juga mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri demi menciptakan persepakbolaan Indonesia yang berkualitas dan berprestasi.

Latihan Perdana Pascamenang dari Kalteng Putra di Piala Presiden, PSIS Semarang Hadapi Badai Cedera

Menanggapi hal tersebut, Kapolri menyampaikan sepak bola di Indonesia memiliki nilai strategis yang sangat besar.

Tidak hanya sebagai industri dengan nilai ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan pekerjaan, namun juga memiliki nilai penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu, Kapolri menekankan bahwa pengelolaan sepak bola di Indonesia harus dilaksanakan secara profesional.

Terkait penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Polri melalui Satgas Antimafia Bola, Kapolri menyampaikan hal itu didorong sepenuhnya oleh tingginya harapan masyarakat terhadap prestasi sepak bola Indonesia.

Di sisi lain, Polri juga memperoleh banyak laporan dari masyarakat tentang dugaan pengaturan skor dalam persepakbolaan tanah air.

"Pada mulanya kami mendapatkan laporan dan bukti bukti dari masyarakat tentang dugaan pengaturan skor dalam persepakbolaan Indonesia. Selain itu, desakan dari masyarakat juga cukup tinggi. Oleh karenanya kami berpikir inilah saatnya bagi Polri untuk bertindak demi kemajuan persepakbolaan tanah air," ujar Tito dalam keterangan resmi Mabes Polri yang diterima Tribun Jateng.

Nurhidayat Tinggalkan TC Timnas U-23 Indonesia, Begini Penjelasan Indra Sjafri

Pada kesempatan tersebut, Tito juga menegaskan Polri sama sekali tidak memiliki agenda apapun selain upaya untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia.

"Upaya yang kami lakukan murni untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Kami tidak menarget siapapun atau memiliki agenda lain. Sepenuhnya untuk menciptakan sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi," tegas Tito.

Di akhir acara, para manajer klub peserta Liga 1 Tahun 2019 memohon doa restu, bimbingan, dan arahan Kapolri agar penyelenggaraan kompetisi Liga 1 Tahun 2019 yang direncanakan akan dimulai pada Mei 2019 dapat berjalan aman dan lancar.

Para manajer juga berjanji untuk terlibat aktif dalam upaya menjamin keamanan sepanjang gelaran kompetisi.

"Polri selalu mendukung penuh upaya untuk memajukan persepakbolaan tanah air. Polri juga siap mendukung penyelenggaraan Liga 1 Tahun 2019 agar berjalan aman dan lancar," pungkas Tito. (lyz)

Penulis: muh radlis
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved