Wapres Jusuf Kalla: Jika Tak Percaya Profesionalitas KPU dan Bawaslu, Lapor DKPP Saja

Wapres Jusuf Kalla menanggapi survei SMRC yang menyatakan masih ada sejumlah responden yang tak percaya dengan profesionalitas KPU.

Wapres Jusuf Kalla: Jika Tak Percaya Profesionalitas KPU dan Bawaslu, Lapor DKPP Saja
Sekretariat Wakil Presiden
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pihak yang tak puas dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Hal itu disampaikan Kalla menanggapi survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan masih ada sejumlah responden yang tak percaya dengan profesionalitas KPU.

"Ya itu saya yakin KPU juga selalu ingin bicara efektif dan independen. Bahwa sekarang ada pihak yang tak senang dan senang saya kira biasa saja. Tak senang itu tergantung masing-masing pihak," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

"Di atasnya kan masih ada Bawaslu dan ada badan kehormatan (DKPP). Kalau tak puas ya tinggal bawa ke Dewan Kehormatan (Penyelenggara Pemilu)," lanjut dia.

Kalla pun menilai saat ini KPU dan Bawaslu sudah bertindak secara independen.

Karena itu ia meyakini pemilu akan berlangsung lancar dan aman.

Sebab, kata Kalla, Indonesia sudah menjalani pilpres langsung selama tiga kali dan selalu berlangsung aman.

"Jadi apapun waktu kampanye seakan ramai. Tapi setelah pemilu, kami pahami masyarakat Indonesia sudah meyakini dan mempraktikkan demokrasi secara lebih baik. Artinya kalau menang ya menang, kalah ya kalah. Selama hampir 20 tahun, saya kira enggak masalah," lanjut dia.

Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan SMRC menunjukkan, keyakinan atas profesionalitas penyelenggara pemilu cukup rendah bagi pemilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebaliknya, keyakinan terhadap profesionalitas KPU lebih besar angkanya bagi pemilih pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved