Agar Bantuan BPNT Tidak Dipungli, Dinsos Sragen Adakan Sosialisasi

Dinas Sosial bersama Polres Sragen adakan sosialisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Sragen 2019

Agar Bantuan BPNT Tidak Dipungli, Dinsos Sragen Adakan Sosialisasi
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Suasana sosialisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Sragen 2019 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Dinas Sosial bersama Polres Sragen adakan sosialisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Sragen 2019 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (13/3/2019).

Acara ini dihadiri Wakil Polres Sragen Kompol Saprodin, Sekertaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto, Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Sragen, perwakilan BNI, perwakilan e-waroeng, supplier, dan perwakilan dari Bulog.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan penyaluran BNPT harus transparansi dan akuntabilitas.

"Kesepakatan ini harus diketahui dan disepakati antara teman-teman supplier, bhabinkamtibmas, e-waroeng, juga penerima," ujar Yuni.

Yuni mencontohkan di Provinsi Sulawesi terjadi pungli dari pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 15.000 hingga 20.000 per penerima.

"Walaupun sekarang semua transaksi sudah non tunai, namun ada oknum yang memanfaatkan kartunya dibawa oleh pendamping PKM dan dilakukan potongan atau pungli," jelas Yuni.

Yuni berharap di Kabupaten Sragen tidak ada permasalahan yang berarti, dan tidak ada pengambilan hak milik orang lain.

"Dari pihak supplier memberikan barang dengan kualitas yang terbaik jangan sampai kualitas barangnya tidak baik," ujarnya.

Dia juga menyampaikan jika terjadi penyalahgunaan pasti akan terjadi keributan dan Pemerintah Daerah yang terkena imbasnya.

"Dari supplier kami mohon untuk bisa komitmen terhadap penyediaan kualitas barang dan juga tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat harga," lanjutnya.

Administrasi penerima bantuan akan dikontrol oleh pihak perbankan, sehingga kecurangan-kecurangan akan dapat diawasi.

Yuni menambahkan para supplier di fokuskan pada UMKM yang ada di Kabupaten Sragen agar dapat meningkatkan harkat dan derajat kehidupan masyarakat di Kabupaten Sragen.

"Iklim yang sudah kondusif di Kabupaten Sragen kni tidak perlu dirubah-rubah, agar tetap semuanya berjalan dengan baik," ujar Yuni.

Yuni juga menjelaskan angka kemiskinan di Jawa Tengah terus mengalami penurun derastis di 2018.

Wakil Polres Sragen Kompol Saprodin mengatakan akan mengawal pembagian, pendistribusian bantuan sosial 2019 Kabupaten Sragen agar tepat sasaran.

Dia juga menyampaikan sebelum dan setelah dilakukan MoU antara Dinas Sosial dan Polres Sragen pengamanan dilakukan semakin baik.

"Kami akan melaksanan tugas sesuai peran, tukar menukar informasi, penegakan hukum jika terjadi pelanggaran, verifikasi dan validasi data juga akan kami lakukan pendampingan agar berjalan secara optimal," pungkasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved