Kisah Muhammad Ali datang ke Irak Temui Saddam Husein Demi Bebaskan 15 Sandera, Hasilnya?

Meski demikian, tindakannya ini disalahartikan dan dikritik oleh Presiden Amerika George HW Bush pada saat itu, tepatnya tahun 1990

Kisah Muhammad Ali datang ke Irak Temui Saddam Husein Demi Bebaskan 15 Sandera, Hasilnya?
Youtube/Tangkapan layar
Mohammad Ali saat bertemu dengan Saddam Husein. 

TRIBUNJATENG.COM - Nama Muhammad Ali mungkin dikenal dunia sebagai seorang petinju kelas dunia.

Namun siapa sangka, dia adalah orang yang berjasa besar dalam sebuah pembebasan 15 orang sandra oleh Saddam Hussein menjelang Perang Teluk.

Meski demikian, tindakannya ini disalahartikan dan dikritik oleh Presiden Amerika George HW Bush pada saat itu, tepatnya tahun 1990.

Sebagai seorang juara dunia, Ali pantang untuk menyerah, meski dikecam dari banyak pihak.

Bahkan New York Times secara terang-terangan menyebutnya sebagai selebritis dengan keegoisan abnormal yang muncul dari kedalaman dirinya, demi mencari popularitas.

"Tentunya kampanye pelepasan sandera paling aneh dalam beberapa tahun terakhir, adalah niat baik dari Muhammad Ali, dia telah menghadiri pertemuan demi pertemuan di Bagdad meski dia sering tidak berbicara jelas," kutip dari New York Post.

Pada saat Ali berusia 48 tahun, dia menderita penyakit parkinson selama enam tahun.

Jadi sangat wajar, bahwa Ali disebut sebagai pesakitan saat dirinya melakukan misi independen untuk menyelamatkan sandera di Irak.

Ali juga mengatakan, dia menolak takut. "Aku adalah raja dunia!" katanya, dengan lantang.

Dia lebih lantang bicara sebagai orang hitam di hadapan orang Amerika kulit putih, terutama saat berada di atas ring boxing.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved