Presiden Wacanakan Tambah Dua Kementerian Baru, KPK: Sudah Terlalu Banyak dan Tumpang Tindih

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap pemerintah tidak lagi membentuk organisasi atau lembaga baru.

Presiden Wacanakan Tambah Dua Kementerian Baru, KPK: Sudah Terlalu Banyak dan Tumpang Tindih
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua KPK Agus Raharjo 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap pemerintah tidak lagi membentuk organisasi atau lembaga baru.

Menurut Agus, organisasi pemerintahan yang ramping sangat penting bagi menciptakan iklim pencegahan korupsi.

"Terakhir reformasi birokrasi, sangat penting dan kami sangat berharap, betul-betul berharap tidak ada penambahan organisasi baru," kata Agus dalam acara penyerahan Dokumen Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2019-2020 dan Laporan Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Hadir dalam acara itu Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri kabinet kerja dan kepala daerah.

Hadir pula Jaksa Agung HM Prasetyo dan perwakilan Polri.

Ditemui wartawan usai acara, Agus mengelaborasi lebih jauh mengenai alasannya berharap pemerintah tak menciptakan lembaga baru.

Agus melihat, organisasi pemerintah yang ada saat ini sudah terlalu banyak dan tumpang tindih.

"Yang ada sekarang kalau menurut kami kebanyakan, tumpang tindihnya terjadi. Apa tidak bisa kemudian di-right sizing?" kata Agus.

Agus mencontohkan Amerika Serikat yang hanya memiliki 17 menteri.

Sementara Indonesia memiliki 34 kementerian.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved