CATAT! Ini Ciri-ciri Seseorang Berpeluang Terkena Gangguan Jiwa Menurut Psikolog

Psikolog klinis remaja dan dewasa Rumah Sakit Hermina Semarang, Kartika Sari Dewi, di antaranya adalah muncul pikiran untuk menyakiti diri

CATAT! Ini Ciri-ciri Seseorang Berpeluang Terkena Gangguan Jiwa Menurut Psikolog
Istimewa
Psikolog klinis remaja dan dewasa Rumah Sakit Hermina Semarang, Kartika Sari Dewi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada sejumlah ciri-ciri seseorang berpeluang terkena gangguan kejiwaan.

Menurut psikolog klinis remaja dan dewasa Rumah Sakit Hermina Semarang, Kartika Sari Dewi, di antaranya adalah muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri dan juga orang lain.

Hal tersebut diungkapkannya, Kamis (14/3/2019).

"Deteksi dini gangguan jiwa, misalnya muncul ide menyakiti orang lain dan diri sendiri, rasa tak nyaman, tak produktif, bingung," ujarnya.

"Lalu juga perubahan mood drastis, melakukan tindakan menyimpang dari norma sosial, hingga perkataan dan perbuatan tak konsisten," paparnya.

Apalagi kalau tanda-tanda seperti di atas muncul 2 minggu hingga 6 bulan secara terus menerus, maka menurut Kartika seseorang itu disarankan untuk mendatangi psikolog.

Ia menjelaskan, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) ialah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.

Sedangkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ialah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perasaan dan perilaku yang termanifestasikan dalam kumpulan gejala sindroma dan adanya perubahan perilaku yang bermakna, menimbulkan hambatan, dan penderitaan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

"Kesadaran mengenai kesehatan mental sangatlah penting karena merupakan bagian dari kesehatan manusia secara utuh," urai dia.

Menurutnya gangguan jiwa dapat dikelola dan diobati sehingga sembuh. Salah satunya adalah dengan keterbukaan dari penyandang, dan proses perawatan yang tepat.

"Semakin cepat tertangani dan mendapat support lingkungan sosialnya, maka semakin baik prediksi kesembuhannya," urai dia.

Kartika juga mengimbau masyarakat sekitar tak secara serampangan melabeli dan memberi stigma negatif mereka yang memiliki gangguan kejiwaan. Dengan stigma negatif menurutnya akan memperburuk kondisi mental seseorang.

"Apalagi jika ada pengucilan yang memperburuk kondisi mentalnya. Dapat menghambat potensinya dalam bersosialisasi," urai dia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved