‎Ini Klarifikasi Aptrindo Jateng-DIY Terkait Truk Beraksara Jepang Angkut Kotak Suara di Kulonprogo

"kegaduhan" seputar truk beraksara Jepang yang mengangkut kotak suara dari sebuah percetakan di Solo ke kantor KPU di Kulonprogo.

‎Ini Klarifikasi Aptrindo Jateng-DIY Terkait Truk Beraksara Jepang Angkut Kotak Suara di Kulonprogo
ISTIMEWA
Truk milik anggota Aptrindo Jateng-DIY yang masih menyisakan aksara Jepang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jateng-DIY merasa perlu untuk meluruskan segala hal yang berkaitan dengan "kegaduhan" seputar truk beraksara Jepang yang mengangkut kotak suara dari sebuah percetakan di Solo ke kantor KPU di Kulonprogo.

Truk beraksara Jepang itu merupakan milik perusahaan angkutan di Yogyakarta yang merupakan anggota Aptrindo Jateng-DIY.

"Ya, memang benar truk yang diributkan dalam pemberitaan tersebut adalah milik perusahaan kami yang berdomisili di Ring Road Barat Kradenan Gamping Sleman DIY," kata Aris Sriyono, General Manager PT. Jaya Mulya Eralindo yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPD Aptrindo Jateng-DIY, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/3).

Aris menambahkan, armada tersebut membawa kotak suara dari percetakan PT. Nyata Grafika Media, di Jalan Adi Sumarmo 138, Kartasura, ke kantor KPU di Kulonprogo, dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Surakarta.

Ditambahkan, pihaknya mendapat order muatan dari PT. Cabe Raya Surabaya yang merupakan rekanan dari pihak percetakan dan tidak ada hubungan bisnis sama sekali dengan KPU.

"Di Indonesia memang banyak digunakan truk build-up bekas, import dari Jepang, karena selain kondisinya masih 70-80 persen baru, harganya pun relatif bersaing. Apalagi truk jenis wing box (box bersayap) buatan Jepang kualitasnya sangat baik, juga flexibel, bisa dibuka tutup dari segala arah untuk memudahkan dan mengamankan proses bongkar muat barang," tambah Bambang Widjanarko, Wakil Ketua DPD Aptrindo Jateng-DIY.

Diakui, ‎ ada beberapa truk milik anggota Aptrindo yang diimport dari Jepang dan masih dibiarkan dalam kondisi apa adanya. Sehingga, masih menyisakan aksara Jepang di bagian bodinya.

"Selain itu, ada juga truk yang diimport dari Belanda dan masih ada sisa tulisan berbahasa Belanda dan ada pula yang seluruh baknya diberi tulisan dan lukisan oleh sopirnya, selama tidak melanggar undang-undang, kami biarkan segala kreatifitas tersebut untuk sekedar bergaya atau hiburan saja," kata Bambang menutup penjelasannya.‎ (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved