Breaking News:

Romahurmuzy Bermasker saat Tiba di KPK

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantansan Korupsi (KPK), Jumat (15/3) malam

Editor: Catur waskito Edy
KOMPAS.com/ABBA GABRILIN
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

TRIBUNJATENG.COM -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantansan Korupsi (KPK), Jumat (15/3) malam. Pantauan Tribun di lokasi, Rommy tiba di kantor KPK pada pukul 20.14 WIB.

Saat keluar dari mobil minibus kelir hitam, Rommy dikawal oleh 4 orang pegawai KPK serta dua orang polisi. Rommy sempat salah jalan sebelum memasuki gedung KPK. Ia diarahkan oleh beberapa pegawai KPK.

Dia terlihat mengenakan topi, jaket dan celana panjang hitam. Wajah Rommy pun ditutupi dengan masker dan kacamata hitam.

Rommy langsung digelandang ke dalam gedung KPK. Tak ada sepatah kata pun terucap dari mulut Anggota DPR RI Komisi VIII DPR itu.

Pejabat Kementerian Agama (Kemenag) daerah yang juga terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) juga tiba di KPK. Mereka menyusul Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy, yang sudah datang lebih dulu.

Dari pantauan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pejabat itu tampak tiba pukul 20.20 WIB. Dia dan empat orang lainnya mengenakan masker dan berjalan ke arah lobi KPK. Tidak ada sepatah kata apa pun keluar dari mulut mereka.

Kantor Menag Disegel

Usai penangkapan terhadap Rommy, ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga ikut disegel. Dari foto yang diterima Tribun pintu ruang kerja Kemenag terlihat tertutup rapat. Pegangan pintu itu diikat dengan KPK Line. Ada juga stempel KPK di pintu itu.

Selain ruang Menteri Agama, ruang kerja Sekjen Kemenag juga disegel KPK. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaku belum mengetahui soal penyegelan ruangan kerja Menteri Agama. "Belum ada info soal itu," ujar Febri.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki membenarkan adanya penyegelan di Kementerian Agama. Terutama ruangan Menteri Agama dan Sekjen. "Iya benar. Jadi itu bagian dari proses yang memang harus dipenuhi oleh KPK," ujar Mastuki.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved