Antisipasi Penyebaran HIV/AIDS, Pemuda Pancasila Bawen Gelar Penyuluhan

Anggota Ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahayanya HIV/AIDS.

Antisipasi Penyebaran HIV/AIDS, Pemuda Pancasila Bawen Gelar Penyuluhan
TRIBUN JATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Petugas Puskesmas Tuntang melakukan pemeriksaan kepada anggota Pemuda Pancasila Bawen dan perempuan hamil di Rumah Makan Ngreco, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sadar akan bahaya penyakit HIV/AIDS yang rawan menular dan sangat mematikan menjangkiti anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang FX Nugroho Eko Putro mengatakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dilakukan bersamaan dengan acara konsolidasi pengurus.

"Selama ini penyakit HIV AIDS belum ditemukan obatnya dan sudah banyak korban meninggal karena terkena virus itu. Karenanya kami mengagendakan kegiatan penyuluhan baik bagi anggota maupun masyarakat," terangnya kepada Tribunjateng.com di Rumah Makan Ngreco, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (17/3/2019).

Guyuran Hujan Tak Surutkan Semangat Peserta Kirab HUT ke-498 Kabupaten Semarang

Pada kegiatan itu kata Nugroho diikuti sekira 200 orang anggota pemuda pancasila beserta keluarga masing-masing dan masyarakat umum kesemuanya pemeriksaan tidak dipungut biaya.

Ia menyatakan acara penyuluhan atau sosilasisai bahaya HIV/AIDS bekerjasama dengan Puskesmas Tuntang sebagai upaya menekan jumlah penderita HIV/AID sekaligus pengingat agar anggota menghindari perilaku yang dapat menyebabkan mereka terkena virus tersebut.

"Berdasarkan informasi dari Puskesmas masyarakat terutama usia produktif rawan terjangkit AIDS atas masukan itu kemudian kami adakan sosialisasi, cek kesehatan, lingkar perut dan pengambilan sampel darah," katanya.

Ketua Panitia Kegiatan Achmad Chaeroni berharap acara sosialisasi tentang kesehatan merupakan program kerja rutin setiap tahun.

Di luar itu lanjutnya, diadakan pula bakti sosial dengan melibatkan masing-masing anggota tingkat kelurahan.

"Mulai anggota Srikandi, Satma yang biasanya rutin ikut kegiatan sosial kami minta mereka turut cek kesehatan mulai tensi, tes kesehatan kehamilan, dan HIV/AIDS," ujarnya.

Menurut Chaeroni, persebaran atau orang yang terkena HIV/AIDS tidak bisa dibedakan dengan lainnya secara fisik karenanya sebagai antisipasi dilakukan cek kesehatan sekaligus sosialisasi.

Disebutkan dari total jumlah anggota berjumlah 200 an orang yang hadir dan masyarakat umum dipersilahkan mengikuti acara tersebut tidak dipungut biaya alias gratis sampai sore nanti.

"Ini kami sekalian rapat konsolidasi daripada kegiatan hanya internal kemudian digabung sosialisasi atau penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS juga cek darah," pungkasnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved