Analisis: Pengakit Ginjal Kronis Sering Disebut Silent Killer

KITA punya dua buah ginjal yang besarnya kira-kira satu genggaman tangan. Fungsi dari ginjal menyaring darah kemudian akan mengeluarkan kotoran

Analisis: Pengakit Ginjal Kronis Sering Disebut  Silent Killer
Shutterstock/kompas.com
Ilustrasi 

Oleh dr. Dwi Lestari Partiningrum, Msi Med, SpPD-KGH

Dokter di RSUP Dr Kariadi

KITA punya dua buah ginjal yang besarnya kira-kira satu genggaman tangan. Fungsi dari ginjal menyaring darah kemudian akan mengeluarkan kotoran (sisametabolisme), air dan elektrolit.

Di samping itu, ginjal juga berfungsi untuk mengatur tekanan darah, juga menghasilkan hormon eritropoitin untuk mematangkan sel darah merah serta vitamin D (untuk kepadatan tulang).

Apabila fungsi ginjal menurun maka fungsi-fungsi tersebut akan berkurang. Penyakit ginjal adalah gangguan yang mengenai ginjal baik berupa penurunan fungsi, kelainan pada urine maupun kelainan struktur yang terjadi selama tiga bulan, biasanya disebut Penyakit Ginjal Kronik (PGK).

Penyebab PGK mulai dari genetik, infeksi, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, kanker, dan batu ginjal.

PGK ada lima tahap tahap gangguan fungsi ginjal ringan sampai sangat berat dimana tahap 5 membutuhkan terapi pengganti ginjal (dialysis yaitu cuci darah atau cuci lewat perut, atau transplantasi ginjal).

PGK ini sering disebut sebagai ‘silent killer’, karena pada awal penyakit gejalanya tidak nyata (tahap 1-3 atau 4) karena terjadi secara pelan-pelan dan tubuh kita dapat beradaptasi.

Saat tahap 4 atau 5 biasanya baru muncul gejala.

Gejala yang dapat timbul yaitu perubahan warna urine atau urine berbuih, sulit konsentrasi, tubuh terasa dingin, berkunang-kunang (gejala anemia), mual, muntah, nafas berbau tidak enak, sesak nafas, kaki bengkak sampai kejang dan penurunan kesadaran.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved