Ngopi Pagi

FOKUS : Delete Lembaga Survei yang Nilainya Jeblok

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang melakukan verifikasi lembaga-lembaga survei. Mereka yang memenuhi syarat nantinya

FOKUS : Delete Lembaga Survei yang Nilainya Jeblok
Istimewa
Wartawan Tribun Jateng Mukhamad Nur Huda 

Oleh M Nur Huda

Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang melakukan verifikasi lembaga-lembaga survei. Mereka yang memenuhi syarat nantinya diperkenankan melakukan hitung cepat atau quick count hasil Pemilu 2019.

Proses verifikasi oleh KPU dimulai H-30 Pemilu atau 17 Maret 2019. KPU akan mengumumkan mana saja yang lolos verifikasi untuk dijadikan acuan masyarakat dalam membaca hasil riset lembaga survei. Ada 33 lembaga survei yang mendaftar di KPU.

Ketentuan harus ada verifikasi dari KPU ini tertuang dalam Pasal 449 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Verifikasi ini penting, menengok Pilpres 2014 lalu, terdapat 12 lembaga survei terdaftar di KPU, yang melakukan quick count.

Hasil hitung resmi KPU mengunggulkan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan 53,15 persen suara, dibandingkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan 46,85 persen suara.

Namun, dari 12 lembaga survei, ada empat lembaga merilis quick count jauh berbeda dari lembaga survei lain termasuk penghitungan resmi KPU, yakni memenangkan Prabowo-Hatta dengan selisih hingga 5 persen.

Keempat lembaga itu adalah Lembaga Survei Nasional, Jaringan Suara Indonesia, Puskaptis, dan Indonesia Research Center.

Sementara 8 lembaga survei lain yang hasilnya mendekati hasil resmi KPU yaitu Indikator Politik Indonesia, Poltracking, Lingkaran Survei Indonesia, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Radio Republik Indonesia, Cyrus Network, CSIS, dan Litbang Kompas.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved