Fakta Lengkap Penganiayaan Penjual Pecel Lele karena Pembeli Tak Sabar Menunggu, Gerobak Hancur

"Dia teriak-teriak gitu, 'Gua anggota, gua ratain semua ini, ambil senjata ambil senjata, besok gua ratain semua nih'," ujar Salahudin

Fakta Lengkap Penganiayaan Penjual Pecel Lele karena Pembeli Tak Sabar Menunggu, Gerobak Hancur
Tribunnews.com
Pengeroyokan.(Tribunnews.com) 

TRIBUNJATENG.COM - Peristiwa tanggal 10 Maret 2019 pukul 02.30 WIB tak akan dilupakan Achmad Junaidi (50), penjual pecel lele di Jalan Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Pada hari itu, Junaidi mengalami peristiwa nahas dikeroyok dua orang tak dikenal yang memesan pecel lele kepadanya.

Junaidi dikeroyok karena dua pelaku itu merasa lama menunggu pesanannnya.

Korban pun berteriak meminta tolong ke adiknya bernama Salahudin (36) yang sedang berada di rumahnya, tak jauh dari Tempat Kejadian Perjara (TKP).

Berusaha melerai, Salahudin malah juga dianiaya menggunakan balok.

Namun Salahudin berhasil melarikan diri walau sempat terkena hantaman balok.

Usai memukuli korban secara membabi buta, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion.

Sedangkan korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapat perawatan.

Usai kejadian, korban melaporkan hal itu ke Polsek Pondok Gede.

Hingga kini polisi masih memburu dua pelaku pengeroyokan penjual pecel lele itu.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved