Breaking News:

Peserta Kampanye Terbuka Dilarang Gunakan Kendaraan Berknalpot Brong

Menurut AKBP Gatot, imbauan itu telah disampaikan pula saat rapat koordinasi bersama KPU, Bawaslu dan perwakilan parpol di Kota Salatiga

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat dijumpai beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi membolehkan setiap peserta pemilu baik partai politik maupun para calon anggota legislatif (Caleg) menggelar kampanye terbuka mulai 24 Maret 2019.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan saat masa kampanye resmi dimulai para peserta terutama simpatisan atau pendukung calon tertentu dilarang menggunakan kendaraan dengan knalpot brong.

Menurut AKBP Gatot, imbauan itu telah disampaikan pula saat rapat koordinasi bersama KPU, Bawaslu dan perwakilan parpol di Kota Salatiga.

"Kemarin saya sudah menekankan saat rapat bareng KPUD bagi peserta dan simpatisan agar tidak terlalu menyikapi secara euforia. Apalagi memakai kendaraan berknalpot brong," terangnya kepada Tribunjateng.com, usai memimpin apel gelar pasukan di Mapolres Salatiga, Jumat (22/3/2019)

Dikatakan Kapolres jajarannya tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan peserta kampanye yang mengendarai motor knalpot dibobol atau bring.

Ia menambahkan tidak pandang peserta itu dari partai mana akan tetap diamankan petugas jika menaiki kendaraan tidak sesuai standar karena menganggu ketertiban umum.

"Kami mengutamakan kemaslahatan masyarakat Salatiga agar situasinya tetap kondusif dan tidak menganggu serta merugikan pihak lain," tegasnya

Ketua Bawaslu Kota Salatiga Agung Ari Mursito menambahkan para pelaksana atau tim kampanye diminta sebelum melakukan kegiatan kampanye supaya mengajukan ijin ke Bawaslu sehari sebelumnya.

Agung menyebutkan selama ini kerapkali parpol mengirimkan surat pemberitahuan selalu mendadak padahal dalam proses pengawasan dibutuhkan persiapan.

"Jika tidak ada laporan sama sekali kami akan ambil tindakan karena dianggap melanggar aturan kampanye," ujarnya

Menurutnya sesuai aturan yang berlaku pengajuan ijin kampanye paling lambat tiga hari sebelum adanya kegiatan. Apabila acara dinilai tidak resmi diluar pengetahuan KPU maka petugas pengawas berhak membubarkan.

Disebutkan Agung pada saat kampanye terbuka terbuka nanti di Kota Salatiga terdapat 10 titik lokasi yang diperbolehkan menggelar sosialisasi kepada warga.

"Beberapa lapangan yang sedang ada perbaikan tidak digunakan. Yang boleh diantaranya lapangan Ploso, Randuacir, lalu Kelurahan Kalibening dan Kembangarum, Sidomukti," pungkasnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved