Breaking News:

Ini Cara Kreatif Masyarakat Desa Rejosari Kendal, Jembatan Gantung Disulap Menjadi Pusat Keramaian

Pemerintah Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal menjadikan jembatan gantung sebagai pusat perekonomian warga setempat.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Jembatan gantung Kali Blorong Desa Rejosari Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal ini disulap warga menjadi pusat keramaian tiap akhir pekan. Seperti terlihat pada Minggu (24/3/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Desa (Pemdes) Rejosari, Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal menjadikan jembatan gantung yang dibangun Pemerintah Pusat menjadi pusat perekonomian baru bagi warga di desa tersebut.

Di jembatan gantung itu, pemdes menggelar pasar dadakan pada Minggu pagi, dimana pedagangnya merupakan warga setempat.

Hal itu dilakukan karena tiap Minggu pagi, di kawasan tersebut ramai warga yang hendak menghabiskan waktu akhir pekan melalui berswafoto berlatar belakang jembatan tersebut.

Kepala Desa Rejosari, Komarudin menuturkan, kehadiran pasar dadakan ini diharapkan perekonomian warga setempat menjadi naik.

Selain itu para pengungjung yang datang ke jembatan tersebut juga dapat menikmati aneka hiburan dan jajanan yang disediakan para pedagang.

"Selain menarik perhatian karena desainnya unik, yakni hanya menggunakan satu tiang, hadirnya jembatan gantung ini sangat bermanfaat bagi kami. Di seberang sungai (Kali Blorong), masih terdapat daerah kami. Kami pun dapat saling terhubung dengan warga kami," tuturnya, Minggu (24/3/2019).

Pihaknya berencana membuat tempat wisata seperti pemancingan dan tempat swafoto lainnya di sekitar kawasan tersebut untuk menarik semakin banyak pengunjung yang mendatangi jembatan tersebut.

"Hari ini kami melakukan peresmian pasar dadakan di kawasan jembatan ini. Diisi kegiatan jalan sehat yang hadiah adalah peralatan elektronik dan seekor kambing sebagai hadiah utama," tuturnya.

Camat Ngampel, Helyudin menuturkan, kegiatan jalan sehat dan peresmian pasar dadakan ini juga merupakan wujud syukur warga desa setempat atas hadirnya jembatan gantung itu.

Pasalnya selama ini warga yang hendak menyeberang Kali Blorong harus menggunakan jembatan yang terbuat dari bambu.

"Jika kena arus deras, jembatan menjadi rusak, akhirnya terpaksa berputar sejauh 7 kilometer. Namun sejak hadirnya jembatan ini warga semakin diuntungkan," tuturnya. (Dhian Adi Putranto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved