Tak Mau Golput, Nia Dinata: Saya Tidak Mau Kebebasan Berekspresi dan Reformasi Kita Terstop

Sutradara film Nia Dinata mengatakan sebelum pemilihan presiden 2014, ia termasuk seseorang yang termasuk kategori golongan putih (golput).

Tak Mau Golput, Nia Dinata: Saya Tidak Mau Kebebasan Berekspresi dan Reformasi Kita Terstop
KOMPAS.com/SINTIA ASTARINA
Nia Dinata ketika berbincang soal perfilman di Kaffeine, The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sutradara film Nia Dinata mengatakan sebelum pemilihan presiden 2014, ia termasuk seseorang yang termasuk kategori golongan putih (golput).

"Buat saya itu personal sekali. Sebelum 2014, saya golput, enggak pernah pilih sama sekali, enggak peduli karena saya masih merasa siapapun pemenangnya kami tidak ada risiko apa pun," ujar Nia dilansir Kompas.com, Minggu (24/3/2019).

Menurut Nia, pemikiran tersebut rupanya salah.

Sebab satu suara dari rakyat amat penting dan berpengaruh dalam arah perkembangan bangsa Indonesia.

Sutradara film Kisah Tiga Dara ini mengaku tidak mau golput pada hari pencoblosan yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang.

"Saya tidak mau menanggung risiko kebebasan berekspresi dan reformasi kita tiba-tiba jadi terstop. Lalu kita seperti mundur ke belakang dan semua jadi serba dibatasi," ujar Nia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Satu Suara Begitu Penting, Nia Dinata Tidak Mau Golput

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved