Buka Rakerkesda Dinkes Provinsi Jateng, Ganjar Pranowo: Perbaiki Kesehatan Masyarakat dari Hulu

Menurutnya penanganan kesehatan masyarakat dari hilir cenderung akan membuat masyarakat terlena dengan kesehatannya sendiri

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Ganjar Pranowo memukul gong tanda dibukanya Rakerkesda Dinkes Provinsi Jateng di MG Setos Hotel, Semarang, Senin (25/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM- Paradigma kesehatan masyarakat mulai dibangun di hilir merupakan paradigma yang keliru. Kesehatan masyarakat harus dibangun mulai dari hulu.

Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng saat membuka Rakerkesda Dinkes Provinsi Jateng hari kedua di lantai 16 MG Setos Hotel, Semarang, Senin (25/3/2019).

"Sebenarnya kita harus mengarahkan kesehatan ke hulu. Kalau dari hilir saja itu contohnya orang sakit dijamin BPJS lalu kemudian sehat," paparnya.

Menurutnya penanganan kesehatan masyarakat dari hilir cenderung akan membuat masyarakat terlena dengan kesehatannya sendiri.

"Karena sudah merasa dikover BPJS lalu merasa sakit jadi tak apa apa. Karena sudah dijamin kesehatan. Itu paradigma keliru," ujarnya.

Menurut Ganjar perbaikan kesehatan masyarakat dari hulu di antaranya merupakan hal-hal kecil dan tak membutuhkan banyak uang.

Contohnya cuci tangan sebelum tidur, olahraga, makan makanan yang bergizi dan cukup istirahat.

"Yang sederhana-sederhana saja. Rumahnya juga harus sehat, ada jambannya," imbuh Ganjar.

Ia menilai kesehatan masyarakat akan semakin baik apabila di hulunya sudah bagus.

"Ini yang sedang Pemprov Jawa Tengah arahkan di tahun 2019," urainya.

Kepala Dinkes Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menilai, Rakerkesda yang digelar sejak Minggu (24/3/2019) ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan kesehatan khususnya di Jawa Tengah di tahun 2018.

Kemudian merencanakan strategi kesehatan di 2019 bersama seluruh kabupaten kota di Jateng, juga stakeholder terkait.

"Kita sifatnya memperkuat komitmen bersama," paparnya.

Menurut Yulianto, prioritas kesehatan di Jawa Tengah di antaranya menurunkan angka kematian dan sakit.

Indikatornya yakni angka kematian ibu menurun, angka kematian bayi menurun, hingga angka stunting menurun.

"Untuk kematian ibu di tahun 2018 angkanya 79 per 100 ribu. Target kita di 2030 adalah 70 per 100 ribu," urai dia.

Selain itu prioritas di antarnya penyakit menular menurun, perilaku masyarakat baik, lingkungan baik, dan gizi meningkat.

Disinggung terkait penanganan kesehatan pasca bencana banjir di Purworejo belum lama ini, menurutnya telah dilakukan oleh Dinkes Provinsi Jateng.

Di antaranya membuka posko kesehatan dan pembersihan air kotor di sumur-sumur.

"Kami minta dikuras sumurnya dan dibersihkan pakai kaporit dan disinfektan," urainya.

"Posko di Purworejo di setiap titik pengungsian ada dan memang masyarakat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing," imbuh Yulianto. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved