LPPKBIH Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah Gelar Manasik Haji, Ribuan Orang Jadi Peserta

1500 Jamaah calon haji dari berbagai wilayah di Jateng mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan LPPKBIH Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah.

LPPKBIH Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah Gelar Manasik Haji, Ribuan Orang Jadi Peserta
Istimewa
1500 Jamaah calon haji dari berbagai wilayah di Jateng mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan KBIH (LPPKBIH) Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – 1500 Jamaah calon haji dari berbagai wilayah di Jateng mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan KBIH (LPPKBIH) Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut digelar selama dua hari mulai Sabtu hingga Minggu (23-24/3/2019), di kompleks Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Jamaah ini mendapatkan gemblengan secara fisik, mental dan tentunya pengetahuan-pengetahuan tentang rukun haji

Dengan memakai baju irham (kain/kerudung serba putih) jamaah didampingi instruktur/pembimbing menyelesaikan tahap demi tahap yakni, niat ihram, thawaf, sa’i, wukuf, tahalul, tertib.

Bayi Kembar di Bandung Barat Dinamai Prabowo dan Sandiaga, Ini Cerita Kedua Orangtuanya

Terdapat 14 KBIH yang mengikuti manasik haji bersama, yaitu Kabupate Blora, Jepara, Rembang, Pati, Kudus, Boyolali, Demak, Grobogan, Semarang, Magelang, Karanganyar, Sragen, Kota Semarang dan Salatiga.

Ketua LPPKBIH Muhammadiyah/Aisyiyah Jateng, Muhtar Hadi menjelaskan, ada sejumlah aspek-aspek yang dikembangkan dalam kegiatan manasik haji ini.

“Bagi para pembimbing haji, manasik haji ini sebagai sarana untuk memperkuat koordinasi sebelum dan selama pelaksanaan haji. Bagi calon haji, manasik ini sangat diperlukan sebagai bekal dan pengetahuan sebelum menghadapi musim haji mendatang," ujarnya.

“Jadi ada dua hal penting yang akan diambil hikmahnya dalam manasik ini, yakni tentang kualitas pelayanan (LPPKBIH Muhammadiyah/Aisyiyah Jateng) kepada jamaah. Untuk internalnya, organisasi dan koordinasi pembimbing agar terus membaik,” sambungnya.

Survei Terbaru Charta Politika: Jokowi-Maruf Amin Unggul 18,2 Persen dari Prabowo-Sandiaga

Lebih lanjut, Muhtar Hadi mengungkapkan, manasik haji kali ini menjadi spesial karena pihaknya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat variasi metodologi manasik haji.

Unsur-unsur organisasi antara calon haji dan pembimbing haji dalam proses manasik.

Lalu pelayanan selama manasik yang lebih baik inilah yang akan dikembangkan terus.

“Kami sedang mengembangkan variasi metodologi manasik. Nah, saat ini kami bareng bareng lebih bersemangat. Untuk hari ini (Sabtu kemarin), baru separuh jamaah yang hadir,” imbuhnya. (*)

Penulis: rustam aji
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved