Peringatan Hari Air, Wali Kota Salatiga: Jadi Titik Pijak Peningkatan Kepedulian Menjaga Sumber Air

Momentum hari air diharapkan dijadikan titik pijak meningkatkan kesadaran dan kepedulian menjaga kebersihan lingkungan, utamanya sumber air.

Peringatan Hari Air, Wali Kota Salatiga: Jadi Titik Pijak Peningkatan Kepedulian Menjaga Sumber Air
ISTIMEWA
Wali Kota Salatiga Yuliyanto bersama komunitas pecinta lingkungan mengapungkan bunga teratai di Kolam Kali Putri Lingkungan RW 04 Kalitaman, Kota Salatiga, Minggu (24/3/2019) petang. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Peringatan Hari Air Sedunia 2019 Tingkat Kota Salatiga berlangsung meriah.

Mulai dari bazar kuliner, kajian sejarah Kalitaman, pentas seni, aksi sosial bersih-bersih lingkungan, hingga pertunjukan rakyat memeriahkan peringatan hari air yang terpusat di Lingkungan RW 04 Kalitaman, Kota Salatiga, Minggu (25/3/2019) petang.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, momentum hari air diharapkan dapat dijadikan titik pijak dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian menjaga kebersihan lingkungan, utamanya saluran dan sumber air.

“Pembangunan kota pada periode ini adalah pembangunan wajah kota. Trotoar, sarana olah raga, taman, termasuk penataan pemukiman seperti yang telah dilaksanakan di Pancuran dan Kalitaman ini,” terangnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (25/3/2019).

Menurut Yuliyanto, penataan pemukiman merupakan satu prioritas pembangunan Pemkot Salatiga untuk kehidupan yang lebih baik dan peran serta masyarakat dibutuhkan dalam menjaga hasilnya.

Ketua Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) Kristanto Irawan, menjelaskan peringatan hari air bertujuan menggugah kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga mata air dan ramah kepada bumi.

Ia mengatakan, sebelumnya serangkain acara diawali dengan aksi tanam pohon di Gunung Merbabu bersama komunitas pecinta lingkungan.

“Aksi tanam pohon tersebut kami respons dengan kegiatan ini. Di gunung sudah dijaga dengan aksi tanam pohon, dan diteruskan di sumber air dengan kegiatan ini. Kegiatan ini mengambil konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Karang Taruna Kalitaman Manunggal Rukun (Kamaru), Komunitas Salatiga Peduli, Percik, dan beberapa komunitas dari UKSW yang bersama perwakilan panitia mengapungkan sebuah hiasan bunga teratai di Kolam Kali Putri sebagai simbol persahabatan antara manusia dan alam. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved