Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transport pada Kader di Kampanye Terbuka

Bawaslu mengingatkan peserta pemilu tidak memberikan uang transportasi kepada kader, simpatisan maupun relawan dalam kampanye rapat umum terbuka.

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transport pada Kader di Kampanye Terbuka
tribunjateng/dok
ILUSTRASI uang rupiah 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengingatkan peserta pemilu untuk tidak memberikan akomodasi transportasi berbentuk uang kepada kader, simpatisan maupun relawan dalam kampanye rapat umum terbuka.

Peserta hanya diperbolehkan menerima barang ataupun voucer.

"Uang tidak boleh diberikan kepada peserta kampanye," kata Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (25/3/2019).

Larangan memberikan uang untuk akomodasi transportasi atau makan dalam berkampanye dituangkan dalam Surat Edaran KPU No.278/PL.0.4-Kpt/06/KPU/I/2019 yang mengatur mengenai biaya makan, minum dan transportasi peserta kampanye Pemilu 2019.

Dalam peraturan itu, akomodasi harus diberikan dalam bentuk barang seperti makanan secara langsung, bahan bakar minyak (BBM) untuk peserta kampanye.

Sesuai dengan SHBJ di Gunungkidul, voucer transportasi dibatasi Rp 25.000 per orang.

Is mengaku akan mengawasi peserta pemilu dengan mengoptimalkan seluruh anggota yang dimiliki dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

"Jika mereka melanggar masuknya itu money politics. Intinya tidak melegalkan cash money," ucapnya.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pihaknya sudah membuat jadwal rapat umum terbuka melalui Keputusan KPU No.63/HK.03.1-Kpt/3403/KPU-Kab/III/2019 tentang Jadwal Kampanye Rapat Umum Terbuka.

Setiap parpol mendapatkan jatah kampanye sebanyak lima kali.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved