Potensi Parkir di Kota Semarang Mencapai Rp 100 Miliar, Realisasinya Masih di Bawah Rp 10 Miliar

"OPD butuh komunikasi dengan provinsi dulu untuk menerapkan sistem ini," ujarnya

Potensi Parkir di Kota Semarang Mencapai Rp 100 Miliar, Realisasinya Masih di Bawah Rp 10 Miliar
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Rambu larangan parkir terpasang di area Taman Indonesia Kaya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir pinggir jalan di Kota Semarang selama ini masih dibawah Rp 10 miliar. Padahal, potensi pendapatan parkir selama satu tahun di Kota Semarang bisa mencapai Rp 100 miliar.

Hal tersebut dikatakan PJ Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, Senin (25/3/2019). Dia menduga ada kebocoran yang cukup besar terkait pendapatan parkir ini, sehingga realisasi pendapatan jauh dari potensi yang ada.

"Ini tentu sangat jauh dari harapan. Maka kami mendorong secepatnya agar Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait segera merealisasikan program parkir berlangganan," kata Agus.

Menurutnya, upaya penerapan parkir berlangganan ini akan mengurangi kebocoran. Hanya saja, dalam memberlakukan sistem ini, OPD terkait harus berkomunikasi dengan pihak provinsi.

Sebab, pembayaran pajak parkir berlangganan akan dilakukan ketika pembayaran pajak kendaraan. Sementara, penarikan pajak kendaraan menjadi kewenangan pihak provinsi.

"OPD butuh komunikasi dengan provinsi dulu untuk menerapkan sistem ini," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, program ini sudah dirintis sejak 2018. Dia berharap sistem parkir berlangganan dapat terealisasi tahun 2019.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, M Khadik mengatakan, pihaknya memang berencana menerapkan parkir berlangganan di tahun 2019 ini.

Berbagai persiapan sudah dilakukan mulai persiapan administratif hingga sosialisasi kepada para juru parkir (jukir).

"Saat ini sudah masuk ke proses finalisasi," katanya.

Dengan sistem ini, dia berharap PAD Kota Semarang dari sektor parkir bisa mencapai target yang ditetapkan yakni Rp 114 miliar.

"Semoga segera terealisasi. Kami ingin menata parkir lebih tertib, bisa meningkatkan PAD, memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, utamanya dalam sektor parkir di pinggir jalan besar," tuturnya.

Khadik menambahkan, Dishub juga masih mempersiapkan aplikasi pembayaran bagi kendaraan dari luar Kota Semarang. Meski tidak memakai parkir berlangganan untuk kendaraan luar kota, dia memastikan pembayaran parkir langsung masuk ke kas daerah dengan menggunakan aplikasi tersebut. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved