Rhenald Kasali: Sekolah Swasta Tak Pernah Bebani Negara Terkait Pembiayaan, Tapi Kini Terganggu

Saat ini Indonesia mendapat skor 0,53 dan masih lebih baik dari India yaitu 0,44. Namun masih ketinggalan dengan Malaysia, yakni 0.62.

Rhenald Kasali: Sekolah Swasta Tak Pernah Bebani Negara Terkait Pembiayaan, Tapi Kini Terganggu
tribunjateng/tim lipsus
SD Kuncup Melati adalah satu dari sejumlah sekolah swasta di Kota Semarang yang memiliki program pendidikan gratis bagi siswa tidak mampu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan, sudah saatnya Indonesia fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan dukungan yang lebih besar kepada pihak swasta dan para siswa atau mahasiswa.

Ini berkaca dari laporan Bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018.

"Hadirnya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Kuliah, perlu diimbangi stimulus untuk lebih memajukan swasta," kata Rhenald dalam keteranganya, Senin (25/3/2019).

Rhenald menyambut baik gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan memperkuat SDM ke depan.

Hal ini juga disampaikannya dalam seminar Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan Kantor Staf Presiden RI di Surabaya, Senin (25/3/2019).

Dia mengatakan, laporan itu menunjukkan baru 68 persen dari kaum muda di seluruh dunia yang potensinya telah dikembangkan secara baik.

Saat ini Indonesia mendapat skor 0,53 dan masih lebih baik dari India yaitu 0,44.

Namun masih ketinggalan dengan Malaysia, yakni 0.62.

"Artinya, produktivitas tenaga kerja masih punya ruang besar untuk ditingkatkan. Apakah melalui pendidikan maupun asupan gizi pada ibu hamil untuk mengurangi jumlah stunting," ujarnya.

Pelibatan swasta, katanya, seperti yang dilakukan oleh lembaga-lembaga keagamaan maupun non-keagamaan menjadi penting karena mereka memiliki akses dan aset yang cukup besar.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved