Breaking News:

Empat Musisi Ini Bakal Keliling Kampus, Glenn Fredly Sebut Bagian Merawat Toleransi di Indonesia

Masalah intoleransi serta menguatnya politik identitas di Indonesia menjadi keprihatinan tersendiri bagi musisi tanah air seperti Glenn Fredly.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Penampilan musisi Glenn Fredly dalam acara 'Jaga Indonesia Lewat Seni dan Budaya' di Auditorium FTI UKSW, Salatiga, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Masalah intoleransi serta menguatnya politik identitas di Indonesia menjadi keprihatinan tersendiri bagi sebagian musisi tanah air seperti Glenn Fredly, Endah dan Rhesa, serta Barry Likumahuwa.

Dalam dialog bertajuk 'Jaga Indonesia Lewat Seni dan Budaya', Glenn begitu ia biasa disapa mengatakan, banyak cara merawat serta menjaga ke-Indonesia-an seperti melalui dialog seni dan budaya.

"Cara pandang ini jangan sempit memahami toleransi. Kalau dosen atau akademisi dengan cara penelitian, generasi muda bisa mewujudkannya lewat cara mereka seperti kami memilih musik," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Selasa (26/3/2019).

Menurut Glenn, contoh toleransi versi musisi ialah menghargai karya orang lain dan berusaha membuat karya yang berdampak positif.

Dikatakannya, masalah Indonesia sangat komplek tidak hanya lingkungan hidup, atau daratan yang semakin gersang karena banyaknya pembangunan.

"Karena itu mari berbuat sesuatu hal positif, minimal saling menghormati tidak suka menghujat sana-sini," katanya.

Ia menambahkan, sebagai generasi terdidik pemahaman toleransi adalah panduan menghadapi titik persimpangan yang harus selalu dirawat bukan untuk saling dipertentangkan, melainkan menjadi tanggungjawab bersama merawatnya.

"Dan acara konser musik ini kami dedikasikan untuk mengajak anak muda menjaga Indonesia, peduli dengan cara masing-masing. Kami akan keliling dari satu kampus ke kampus lainnya, semuanya gratis," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan musisi lain Endah dan Rhesa, menjaga Indonesia dapat dilakukan berbagai cara, seni dan budaya hanyalah salah satunya.

"Jadi ketika kami ingin melakukan sesuatu hal tidak perlu harus pergi ke luar negeri tetapi lebih baik dimulai dari Indonesia," ucap Endah.

Dia mencontohkan, sebuah karya musik tidak akan terasa nyaman dan enak didengarkan kalau hanya bergantung pada satu alat musik.

Begitulah kata dia kira-kira Indonesia harus selalu dapat dinikmati ramah bagi semua orang.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) UKSW Sampoerna menambahkan, toleransi adalah ruh dari sebuah kebersamaan dan untuk menjaga Indonesia dalam setiap pengajaran disampaikan pula berbagai materi terkait ke-Indonesia-an.

"UKSW ini disebut kampus dengan Indonesia mini karena banyak mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan kesemuanya dapat belajar bersama dengan baik tanpa ada diskriminasi," sebutnya. (M Nafiul Haris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved