Safari Perpusnas di Kendal, Deni: Sosialisasikan Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca

Tingkatkan minat baca masyarakat, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) lakukan Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca.

Safari Perpusnas di Kendal, Deni: Sosialisasikan Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Beberapa pelajar SMA di Kabupaten Kendal memanfaatkan mobil perpustakaan keliling untuk mencari dan membaca buku, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tingkatkan minat baca masyarakat, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) lakukan Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca.

Gerakan mengkampanyekan budaya membaca itu dilakukan safari ke tiap kota dan kabupaten di Indonesia.

Di tiap mendatangi kota yang dituju, Perpusnas lakukan sosialisasi Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca kepada para pustakawan, pelajar, dan masyarakat.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca di Perpusnas, Deni Kurniadi mengatakan dalam peningkatan budaya baca masyarakat di daerah, pihaknya telah melakukan program revitalisasi perpustakaan.

Seperti halnya di Kabupaten Kendal yang mendapatkan program tersebut pada tahun lalu.

"Beberapa sarana pendukung telah diberikan pada tahun lalu. Harapannya agar dapat menarik semua kalangan untuk datang ke perpustakaan, terutama generasi muda," ujarnya seusai memberikan arahan pada acara Safari Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca, di Pendopo Kabupaten Kendal, Selasa (26/3/2019).

Tak hanya mendapatan program revitalisasi perpustakaan seperti penambahan komputer, buku, pelatihan kepada pustakawan dan sarana penunjang lainnya.

Kabupaten Kendal juga telah mendapatkan mobil perpustakaan keliling pada akhir 2017 untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

"Dengan perpustakaan yang lebih dekat kepada masyarakat dan pustakawan yang ikut mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial, dapat melahirkan entrepeneur di masyarakat," tuturnya.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, peningkatan budaya membaca perlu dilakukan.

Ia pun mengajak semua masyarakat untuk melakukan budaya membaca, baik di rumah maupun tempat kerja.

"Saat ini informasi tidak saja dicari di buku, namun juga bisa dicari melalui e-book dan perpustakaan digital," tuturnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved