Breaking News:

Baru Seminggu Keluar dari Penjara, Abdul Kembali Beraksi, Kali Ini Rampas Sepeda Motor Ojek Online

Baru seminggu merasakan udara bebas, Abdul (20) kembali harus merasakan dinginnya lantai tahanan.

TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kapolsek Gajahmungkur Kompol R Sulistyaningrum bersama pelaku perampasan sepeda motor milik pengendara ojek online di Mapolsek Gajahmungkur, Rabu (27/3/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Baru seminggu merasakan udara bebas, Abdul (20) kembali harus merasakan dinginnya lantai tahanan.

Ia ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur setelah merampas sepeda motor milik pengemudi ojek online di Jalan Menoreh Raya Kelurahan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Senin (25/3/2019) pukul 02.15.

Pelaku diketahui merupakan warga Gunungsari RT 8 RW 9 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang.

Ia mengaku baru saja bebas dari penjara karena kasus serupa.

"Keluar dari penjara Maret. 17 Maret. Kasusnya jambret di Lamper," sebut pelaku di Mapolsek Gajahmungkur, Rabu (27/3/2019).

Genap seminggu setelah kebebasannya, ia kembali berulah. Pelaku merampas sepeda motor milik pengendara Ojol yang tengah menunggu penumpang. Selain sepeda motor pelaku juga menggondol ponsel milik korban.

Pelaku melancarkan aksi tersebut berdua bersama temannya. Berboncengan mengendarai sepeda motor, ia membawa senjata tajam berupa sabit.

"Waktu jalan-jalan melihat korban terus muncul niat itu. Kita minta motor korban. Yang mengajak temen saya tetapi yang menodong saya," akunya.

Ia mengatakan telah melakukan aksi kejahatan sebanyak lima kali. Dari pengakuannya, pelaku pertama kali melakukan aksi pencurian disertai kekerasan sejak 2011, saat masih berumur 13 tahun.

"Semarang Selatan dua kali jambret, Banyumanik, yang keempat di Tembalang mengambil tas. Hasilnya buat senang-senang sama teman-teman dan buat makan," katanya.

Kapolsek Gajahmungkur Kompol R Sulistiyaningrum mengatakan, sebelum merampas sepeda motor pelaku sempat mengancam korban menggunakan sabit. Korban yang merasa terancam akhirnya menyerahkan ponsel dan kunci motornya.

"Pelaku mengalungkan sabit di leher korban dan mengancam akan membunuh. Setelah itu meminta dengan paksa HP dan kunci sepeda motor. Kondisi korban ketakutan karena disuruh tiarap," ungkapnya.

Pelaku ditangkap di Gunungsari Kecamatam Candisari Kota Semarang tak lama setelah menjalankan aksinya. Bersama pelaku, polisi mengamankan dua sepeda motor, ponsel, dan sebilah sabit. Ia dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun kurungan.(*)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved