Fadli Zon: Hasil dan Metode‎ Survei Pilpres Perlu Dibedah

Tak hanya itu, lima lembaga survei juga menjagokan petahana kembali memegang tampuk kekuasaan

Fadli Zon: Hasil dan Metode‎ Survei Pilpres Perlu Dibedah
KOMPAS
Hasil survei Litbang Kompas, 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - ‎Tak sedikit lembaga survei yang hasil rilisnya mengunggulkan pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Terbaru, Charta Politika merilis hasil survei, bahwa elektabilitas paslon nomor 01 mencapai 53,6 persen, sementara paslon nomor urut 02 hanya mendulang 35,4 persen.

Tak hanya itu, lima lembaga survei juga menjagokan petahana kembali memegang tampuk kekuasaan.

Dalam surveinya, New Indonesia Research & Consulting (NIRC), menempatkan pasangan Jokowi-Maruf dengan 55,8 persen suara dibanding 34,3 persen milik Prabowo-Sandi.

Selanjuntnya Indo Barometer memprediksi Jokowi mendapat 50,2 persen suara, SMRC menempatkan Jokowi dengan 57,6 persen.

Sedangkan, Alvara Research Center memprediksi Jokowi unggul dengan perolehan suara sebesar 53,9 persen suara.

Di antara sekian hasil survei, hanya Litbang Kompas yang menempatkan persentase suara petahana tak sampai 50 persen. Fenomena ini memantik ‎Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, angkat bicara.

"Hasil dan metodologi lembaga-lembaga survei ini perlu dibedah. Metodologi yang‎ digunakan sudah kuno, terlebih di saat era melimpahnya informasi seperti saat ini," kata Fadli, dalam keterangan tertulis, Rabu (27/3).

Menurut politisi Partai Gerindra‎ ini,  lembaga survei mestinya independen dan transparan.

Namun, justru itu tak tergambarkan di Indonesia saat ini.

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved