Ngopi Pagi

FOKUS : Meruntuhkan Kepercayaan Publik

KASUS pemblokiran rekening pengusaha di Pati oleh Bank Jateng bisa meruntuhkan kepercayaan publik terhadap jasa perbankan.

FOKUS : Meruntuhkan Kepercayaan Publik
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Cecep Burdansyah wartawan /Tribun Jateng 

Oleh Cecep Burdansyah

Meruntuhkan Kepercayaan Publik

KASUS pemblokiran rekening pengusaha di Pati oleh Bank Jateng bisa meruntuhkan kepercayaan publik terhadap jasa perbankan. Publik akan berpikir ulang untuk menitipkan dananya di perbankan, terlebih di Bank Jateng.

Bahkan, nasabah yang selama ini menyimpan dananya di Bank Jateng, bisa menarik dananya. Jika terjadi rush, dipastikan akan mengganggu perekonomian di Jawa Tengah.

Seperti diberitakan Tribun Jateng kemarin, seorang pengusaha asal Pati, Muhamad Ridwan bersama istrinya, menggugat Bank Jateng ke pengadilan dengan alasan dananya senilai Rp 6,4 miliar diblokir, bahkan beberapa miliar raib.

Bank Jateng sendiri tidak bisa memberi penjelasan yang memadai terkait berita tersebut. Terhadap nasabah penggugatnya, Bank Jateng beralasan dana nasabah tersebut terindikasi pencucian uang.

Namun anehnya, dalam kecurigaan pencucian uang seharusnya Bank Jateng melibatkan pihak penegak hukum, tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri.

Kasus yang terjadi di Bank Jateng tidak bisa dianggap sepele. Bukan saja terhadap Bank Jateng, kepercayaan publik bisa merembet ke dunia perbankan. Padahal, dunia perbankan dalam sistem perekonomian sangat vital, yaitu ikut menggerakkan perekonomian. Dana nasabah yang dihimpun dunia perbankan sangat berarti dan menentukan dalam roda pembangunan.

Para pemangku kepentingan, terutama komisaris harus memberi perhatian yang serius terhadap kasus tersebut, demi menyelamatkan kepercayaan publik terhadap Bank Jateng. Pertanyaan yang harus segera djawab antara lain, sejauh mana akuntabilitas dan keterbukaan Bank Jateng terhadap nasabahnya.

Sebab jika akuntabilitas dan keterbukaan menjadi prinsip yang dipegang teguh, pengusaha di Pati itu akan akan mendapat jawaban yang memuaskan dan tidak sampai menggugat ke pengadilan. Masalah intinya, bahwa uang tersebut milik nasabah, bukan milik bank Jateng.

Bagi lembaga perbankan, kredibilitas merupakan taruhan hidup matinya sebuah perbankan. Jika nasabah sudah kehilangan kepercayaan terhadap perbankan, dunia usaha akan terganggu, akibat lebih jauhnya pembangunan akan terkena dampaknya. Bila publik melarikan dananya dalam bentuk lain, perbankan sebagai pilar pembangunan pun runtuh.

Kita tahu perbankan diciptakan untuk menghimpun dana masyarakat. Dana tersebut kemudian sangat berguna untuk pembangunan, melalui penyaluran kredit. Kita bisa mengetahu sejauh mana peran bank dalam berpartisipasi pembangunan. Indikatornya, bisa dilihat dari konfigurasi pernyaluran kredit.

Apabila penyalurannya lebih besar untuk kredit yang sifatnya produktif daripada konsumtif, maka bank tersebut memberikan peran yang sangat berarti dalam akselerasi pembangunan. Sebaliknya, jika kredit konsumtif lebih besar daripada kredit produktif, bank tersebut melulu mencari untung, kurang peduli dengan pembangunan.

Jawa Tengah yang sedang giat membangun infrastruktur dan sumberdaya manusia tak bisa lepas dari dunia perbankan, terutama peran Bank Jawa Tengah. Mudah-mudahan kasus pemblokiran rekening pengusaha di Pati itu bisa diselesaikan tanpa merugikan nasabah, sehingga kepercayaan terhadap perbankan tetap terjaga.*

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved