Ketua DPW LDII Berharap Aparat Keamanan Tertibkan Togel

PROF Singgih Tri Sulistiyono langsung tersenyum ketika dimintai komentarnya terkait fenomena judi togel yang belakangan ini kian masif

Ketua DPW LDII Berharap Aparat Keamanan Tertibkan Togel
wordpress
Prof Singgih Tri Sulistiono 

TRIBUNJATENG.COM -- PROF Singgih Tri Sulistiyono langsung tersenyum ketika dimintai komentarnya terkait fenomena judi togel yang belakangan ini kian masif, khususnya di kota besar seperti Semarang.

Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah tersebut mengaku tidak begitu mengikuti perkembangan judi togel di tengah masyarakat.

“Munculnya judi togel yang kian berkembang menjadi sebuah keprihatinan bersama,” ujarnya ketika ditemui disela-sela acara pelantikan pengurus satuan komunitas pramuka daerah (Sakoda) Jawa Tengah, di Gedung Al Barokah Komplek Masjid Al Wali, Jalan Fatmawati No.21 Semarang, Minggu (24/3).

Pihaknya mengimbau kepada aparat keamanan untuk bisa menertibkan judi togel. Sebab, selain melanggar peraturan pemerintah juga tidak sesuai dengan norma ideal yang diyakini oleh masyarakat.

“Kami dari LDII sebagai ormas keagamaman tidak henti-hentinya untuk mendampingi dan memberdayakan moralitas masyarakat khususnya di kalangan pemuda untuk menjauhi praktek perjudian,” ujarnya.

Prof Singgih Tri Sulistiyono menjelaskan upaya yang akan dilakukan LDII untuk masalah ini yang pertama memastikan tidak ada anggota LDII yang terlibat. Kemudian berusaha memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui dakwah untuk tidak melanggar aturan agama, pemerintah dan nilai di masyarakat dengan berjudi.

Saat ini jumlah anggota LDII di Kota Semarang saja mencapai 600 orang. Sehingga jika semua bisa bergerak memberikan edukasi dan sosialisasi kepada umat untuk menghindari perjudian maka diharapkan bisa mengurangi masalah judi togel di Kota Semarang dan sekitarnya.

Jika cara sosialisasi tersebut tidak juga berhasil, pihaknya bakal mengambil langkah lanjutan dengan berkoordinasi dengan ormas keagamaan lain.

“Tunggu perkembangan dulu perlu berkoordinasi dengan ormas keagamamaan yang memiliki konsen membentengi masyarakat. Sementara ini dengan dakwah, sangat padat seminggu bisa tiga sampai empat kali jadwal pengajian sehingga ini bisa sebagai media untuk sosialisasi menjauhi perjudian,” imbuhnya. (Tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved