OPINI Kol Arh Zaenudin: Menumbuhkan Gotong Royong Membangun Benteng NKRI

Program TMMD ini merupakan implementasi dari pelaksanaan operasi militer selain perang (OMSP) sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 34 Tahun 2004

OPINI Kol Arh Zaenudin: Menumbuhkan Gotong Royong Membangun Benteng NKRI
IST
Kol Arh Zaenudin, Kapendam IV/Diponegoro 

Oleh Kolonel Arh Zaenudin SH MHum, Kapendam IV/Diponegoro

ERA disrupsi teknologi telah membawa perubahan dunia di semua bidang kehidupan dengan begitu cepat. Di sisi lain masyarakat pedesaan khususnya di daerah-daerah pinggiran/perbatasan masih jauh tertinggal sehingga terjadi kesenjangan pada berbagai aspek kehidupan khususnya pada aspek ekonomi, sosial budaya mapun sarana prasarana.

Jika kondisi tersebut tidak disikapi secara bijak, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan komplesitas suku, agama dan ras/golongan akan menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks. Kesenjangan dapat berkembang menjadi paham kekecewaan yang apabila dikemas dengan teknologi informasi/cyber dan dibalut oleh paham radikalisme, ekstrimisme dan populisme akan menjadi ancaman potensial terhadap bangsa dan negara.

Di sisi lain persaingan global yang semakin ketat, diikuti dengan perubahan trend ancaman yang semakin kompleks dan cenderung bersifat hybrid, proxy, serta memanfaatkan berbagai isue seperti radikalisme, terorisme, narkoba, konflik sosial berlatarbelakang SARA, korupsi maupun berbagai kegiatan ilegal lainnya

Realita kompleksitas ancaman tersebut tentunya harus diantisipasi dengan membangun benteng yang kokoh, kuat dan tangguh sehingga NKRI yang merdeka, berdaulat, aman, adil dan makmur dapat terus terjaga.

Dalam kondisi inilah, Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) hadir. Program TMMD ini merupakan implementasi dari pelaksanaan operasi militer selain perang (OMSP) sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 34 Tahun 2004 pasal 7 yang menyatakan bahwa dalam OMSP, tugas TNI di antaranya memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.

TMMD merupakan perpaduan antara prosperity approach (pendekatan kesejahteraan) dan scurity approach (pendekatan keamanan) untuk menyiapkan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan berupa ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dalam sistem pertahanan negara. Di samping itu, TMMD diharapkan juga akan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong-royong, persatuan dan kesatuan, serta nasionalisme yang saat ini sudah mulai pudar tergerus oleh perubahan jaman.

Begitu pentingnya kegiatan tersebut, di samping melaksanakan TMMD Reguler ke-104 yang digelar di empat kabupaten yakni Pemalang, Temanggung, Blora, dan Sukoharjo, Kodam IV/Diponegoro juga menggelar TMMD Sengkuyung di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Program yang mengusung tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat dan Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional” ini bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, Polri, Pemda, masyarakat dan semua stakeholder yang ada, pada TMMD Reguler kali ini dibangun beberapa sarana fisik. Di antaranya pembangunan jalan sepanjang ± 5.145 meter, talud jalan sepanjang ±1.373 meter, drainase sepanjang ± 249 meter, RTHL 13 unit, gorong-gorong dan jembatan, brojong kawat penahan banjir, rehab tempat-tempat ibadah, pos kamling dan jamban bagi keluarga kurang mampu.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved