Kementerian ESDM Bantu Sumur Bor di 5 Desa di Demak dan Kudus yang Kesulitan Air Bersih
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan sumur bor untuk lima desa
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan sumur bor untuk lima desa yaitu tiga di Demak dan dua di Kudus yang kesulitan mendapatkan air bersih di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Rabu (27/3/2019).
Peresmian pengoperasian kelima sumur bor di dua kabupaten tersebut dilakukan secara bergiliran oleh Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Staf Ahli Anggota Komisi VII DPR RI.
Lima desa yang mendapatkan bantuan sumur bor yaitu tiga desa di Demak diantaranya Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Desa Sarirejo Kecamatan Guntur dan Desa Sumberrejo Kecamatan Mranggen.
Kemudian, dua desa di Kabupaten Kudus diantaranya Desa Karangbener, Kecamatan Bae dan Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan.
Kepala Desa Trimulyo, Suwardi merasa senang telah diberi bantuan sumur bor. Dia berharap dengan bantuan sumur bor dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan air yang menjadi salah satu kebutuhan pokok hidup.
"Desa Trimulyo ini memang memerlukan air karena belum terjangkau oleh PDAM,"ujarnya di sela-sela acara,Rabu (27/3/2019).
Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Antonius Ratdomopurbo menambahkan bantuan sumur bor tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Komisi VII DPR RI. Biaya pembuatan sumur bor dalam, setiap unitnya dialokasikan anggaran antara Rp400 juta.
"Untuk pengelolaan kita serahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Termasuk pembangunan pipa distribusinya,"ucapnya.
Dia berharap bantuan tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena ketersediaan air lebih terjamin, dibandingkan sebelumnya ketika memasuki musim kemarau kesulitan air bersih.
Asisten 2 Sekda Demak Bidang Ekonomi Pembangunan, Windu Sunardi mengatakan melalui program Musrenbang Desa dari pusat dan kabupaten, terdapat tambahan anggaran dana Rp 1,1 miliar untuk pembangunan sumur bor.
"Meski begitu, untuk penyaluran anggaran harus dilakukan secara bijak supaya pembangunan sumur bor tepat sasaran dan tidak saling mengalihkan kewenangan,"tegasnya.
Staf Ahli Anggota Komisi VII DPR RI, Sigit Widiarto mengatakan sumur bor bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan usulan anggota Komisi VII DPR RI Daryatmo Mardiyanto.
"Itu pesan yang disampaikan Daryatmo Mardiyanto. Semoga saat kemarau beberapa bulan kedepan tidak ada lagi warga penerima bantuan ini yang mengalami krisis air bersih,"ungkap Sigit.
Dia berharap sumur bor ini bisa membantu warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih terlebih saat musim kemarau dan semoga warga merawat bantuan ini dengan benar, agar pemanfaatannya bisa maksimal. (agi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengoperasian-sumur-bor-di-desa-trimulyo-kecamatan-guntur-kabupaten-demak-rabu-2732019.jpg)