Stop Didik Anak dengan Mitos, Ini Dampak Psikologinya

mendidik anak dengan mitos akan membuat daya pikirnya tidak akan berkembang dengan baik.

Stop Didik Anak dengan Mitos, Ini Dampak Psikologinya
GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM- Sebagaian masyarakat Indonesia masih suka mendidik anak-anaknya dengan mitos.

Mitos diajarkan ke anak-anak dengan tujuan agar mereka tidak melakukan hal yang salah.

Seperti, "tidak boleh duduk di pintu, jodohmu tidak akan datang" "duduk di atas bantal bisa bisulan'' dan sebagainya.

Jangan duduk di pintu dan sebagainya adalah larangan yang benar. Hanya saja, orangtua seharusnya bisa memberikan alasan yang masuk akal.

Lembaga Psikologi Terapan Citra Indonesia menyebut, mendidik anak dengan mitos akan membuat daya pikirnya tidak akan berkembang dengan baik.

Apalagi, seringkali mitos dikaitkan dengan hal-hal gaib padahal anak belum bisa mencernanya.

Perlu diketahui, meski masih kecil justru anak-anak butuh penjelasan masuk akal sejak dini.

"Kognisi anak usia prasekolah dalam memahami sesuatu sudah lebih berkembang dari sebelumnya. Dia sudah bisa diajak berinteraksi dan berkomunikasi.

Namun, taraf berpikirnya masih tetap praoperasional, yakni butuh penjelasan konkret.

Bila penjelasan yang diberikan sangat abstrak seperti halnya mitos itu, maka sulit bagi anak untuk memahami apa yang dijelaskan kepadanya" kutip Tribunjateng.com dari laman lptcindo.com.

Halaman
123
Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved