Terungkap, Begini Cara Tersangka Bunuh Pengemudi Ojol, Kasatreskrim Polres Tegal: Ini Murni Kriminal

11 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan pengemudi ojek online (ojol) di Dukuh Wanagopa Desa Sigentong, Warureja, Kabupaten Tegal.

Terungkap, Begini Cara Tersangka Bunuh Pengemudi Ojol, Kasatreskrim Polres Tegal: Ini Murni Kriminal
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Tersangka Maskah melakukan beberapa adegan reka ulang saat membunuh korbannya Eko Prasetyo di Dukuh Wanagopa, Desa Sigentong, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Kamis (28/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebelas adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan pengemudi ojek online (ojol) di Dukuh Wanagopa Desa Sigentong Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (28/3/2019).

Kasus pembunuhan yang terjadi pada Rabu (6/3/2019) malam itu menampilkan reka ulang adegan untuk memenuhi berkas perkara dan mencukupi alat bukti.

Tersangka, Maskah (37), warga Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal itupun memperagakan aksi nekatnya menghabisi nyawa pengemudi ojol bernama Eko Prasetyo (35).

Dalam reka ulang, Eko mulai dieksekusi oleh tersangka pada adegan ke empat, yang diawali dengan menodongkan pisau.

Hal itu dilakukan tersangka setelah sampai di area persawahan, akses jalan desa, Dukuh Wanagopa, Desa Sigentong yang selama ini memang dikenal sepi kala malam hari.

"Jadi awalnya, si tersangka meminta driver ojol untuk mengantar ke Gudang Ban Desa Dampyak, Kecamatan Kramat. Di sana, tersangka meminjam pisau dan disimpan di dalam jaketnya. Lalu, tersangka meminta lagi sang driver ojol untuk diantarkan ke rumahnya di Desa Kertasari Kecamatan Suradadi," kata Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/3/2019).

Saat perjalanan, sang pengemudi mengantarkan Maskah ke Desa Kertasari melalui jalan desa yang mengarah ke Dukuh Wanagopa, Desa Sigentong, Kecamatan Warureja.

Sesampainya di jalan area persawahan, Maskah meminta berhenti, alasan untuk mencari pinjaman uang ke rumah warga sekitar.

"Itu pura-pura, tersangka hanya ingin memastikan bahwa di rumah warga tersebut tidak ada siapa-siapa. Setelah merasa tidak ada siapa-siapa, tersangka mulai menodongkan pisaunya ke korban agar motornya bisa dirampas," tambah Kasatreskrim.

Dalam adegan ke lima, tampak Eko memberikan pukulan ke wajah tersangka yang menodong dirinya dengan pisau.

Halaman
123
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved