Bank Jateng: Kekeliruan Sistem Perintah Transfer Dana Dimanfaatkan Ridwan Terus Menerus

Gagalnya sistem tersebut, dimanfaatkan Ridwan untuk mentransfer uang dari rekeningnya secara terus menerus hingga mencapai Rp 100 juta.

Bank Jateng: Kekeliruan Sistem Perintah Transfer Dana Dimanfaatkan Ridwan Terus Menerus
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemblokiran uang nasabah Bank Jateng asal Kayen Kabupaten Pati,  Muhammad Ridwan dan istrinya Nanik Supriyati, memasuki babak baru.

Jajaran direksi Bank Jateng akan mempidanakan nasabahnya atas dugaan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dilakukan di Kabupaten Pati.

Direktur Kepatuhan dan Managemen Risiko Bank Jateng, Ony Suharsono mengatakan, Ridwan menjadi nasabah Bank Jateng sejak 2018, sementara istrinya pada 2017.

Pemblokiran dana milik nasabah tersebut berawal dari adanya gagalnya transaksi.

"Muhammad Ridwan memiliki rekening dan kartu ATM BCA. Dia mendatangi mesin ATM Bank Jateng yang ada di Kayen Pati. Dia menggunakan kartu ATM BCA melakukan transfer dari rekening Ridwan di BCA ke rekening Bank Jateng," ujar dia saat konferensi pers di Kantor Pusat Bank Jateng, Kamis (28/3/2019).

Transaksi yang dilakukan nasabahnya tersebut melalui mesin ATM yakni transfer uang Rp 5 juta dari rekening BCA ke rekening Bank Jateng.

Namun saat dilakukan transaksi, ada kekeliruan perintah transfer dana.

"Kekeliruan tersebut uang Ridwan di BCA tidak berkurang dan saldonya di Bank Jateng bertambah," jelasnya.

Dikatakannya, bukti tidak berkurangnya saldo milik Ridwan yakni pernyataan tertulis dari BCA.

Oleh sebab itu apa yang dilakukan nasabahnya terindikasi adanya unsur tindak pidana.

Halaman
1234
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved