Bank Jateng: Kekeliruan Sistem Perintah Transfer Dana Dimanfaatkan Ridwan Terus Menerus

Gagalnya sistem tersebut, dimanfaatkan Ridwan untuk mentransfer uang dari rekeningnya secara terus menerus hingga mencapai Rp 100 juta.

Bank Jateng: Kekeliruan Sistem Perintah Transfer Dana Dimanfaatkan Ridwan Terus Menerus
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI 

Ony menuturkan, Ridwan mendatangi Bank Jateng setelah mengetahui saldo milik nasabah terdebit.

Ridwan menanyakan hal tersebut ke petugas Bank Jateng yang ada di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Jateng Kayen.

"Petugas mengatakan uang milik Ridwan terindikasi tidak dari rekening BCA. Ini ada unsur tindak pidana," imbuhnya.

Lanjutnya, setelah mengetahui hal tersebut Ridwan beritikat baik mengembalikan uang yang telah dinikmatinya.

Ridwan mentransfer uang dari rekening BNI sebanyak Rp 500 juta dan menyetorkan uang secara tunai Rp 500 juta ke KCP Bank Jateng Kayen.

"Dari Rp 5,4 miliar, uang yang tersisa Rp 3,8 miliar. Jadi ada sekitar Rp 1,6 miliar sudah dinikmati. Rp 1,6 miliar itu dia beritikad baik untuk melakukan pengembalian dengan cara menyerahkan uang Rp 500 juta sebanyak dua kali," jelasnya.

Adanya modus pembobolan yang dilakukan Ridwan, pihaknya akan melakukan gugatan balik dan melaporkan tindak pidana tersebut ke Polda Jateng.

"Kami akan melaporkan paling lambat Jumat (29/3/2019)," tutur dia.

Pihaknya tidak langsung melaporkan hal tersebut karena adanya gugatan perdata dari Ridwan.

Bank Jateng mencoba melakukan mediasi pada gugatan perdata.

Halaman
1234
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved