Banyak Cara Merti Desa, Seperti Desa Sumbersari Kendal Gelar Wayang Kulit dan Arak-Arakan

Banyak cara yang dilakukan warga dalam menggelar tradisi merti desa atau pembersihan desa agar terhindari dari penyakit maupun musibah.

Banyak Cara Merti Desa, Seperti Desa Sumbersari Kendal Gelar Wayang Kulit dan Arak-Arakan
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Pagelaran wayang kulit di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, kemarin Kamis (28/3/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Banyak cara yang dilakukan warga dalam menggelar tradisi merti desa atau pembersihan desa agar terhindari dari penyakit maupun musibah.

Seperti yang dilakukan warga di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal.

Dalam melaksanakan tradisi merti desa, mereka menggelar kesenian wayang kulit.

Kesenian tradisional dalam pertunjukannya senantiasa menyisipkan nilai-nilai sosial kepada masyarakat.

Kepala Desa Sumbersari, Sujarwo mengatakan, tradisi merti desa atau ruwatan ini merupakan kegiatan membersihkan diri dari segala penyakit dan musibah yang dapat menimpa warga di desanya.

"Selain itu, merupakan doa kami kepada Tuhan agar hasil bumi di desa menjadi sukses tanpa terjadi suatu halangan," tuturnya, Kamis (28/3/2019).

Ia mengatakan, acara ruwatan ini tidak hanya diisi wayang kulit.

Namun juga melalui arak-arakan hasil bumi dan pameran hasil kerajian dari warga desa.

"Acara arakan digelar malam hari, Wayang kulit dilaksanakan pada siang dan malam hari," katanya.

Dalang yang dihadirkan adalah Ki Joko Gunawan dari Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal.

"Semua makhluk hidup diciptakan sesuai dengan fungsinya. Seperti ular sawah, mereka diciptakan untuk memakan tikus. Jika diberantas, populasi tikus menjadi banyak dan merusak hasil panen," jelas Ki Joko Gunawan. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved