BERITA LENGKAP: 2 Pria Bunuh dan Perkosa Calon Pendeta karena Cinta Ditolak, Ditangkap Polisi

Pelaku pembunuhan dan perkosaan calon pendeta Melinda Zidemi akhirnya diringkus petugas.

Sebelum kedua pelaku tertangkap, pembunuhan dan perkosaan ini terungkap setelah seorang bocah 11 tahun ditemukan pekerja perkebunan seorang diri pada Senin (25/3/2019).

Bocah berinisial NT ini ditemukan pekerja bernama Dodi.

"Si anak selamat dan berlari mengabari kalau ada yang mencegat," kata Dodi, pekerja PT SMP dikutip dari Tribun Sumsel.

Dodi menceritakan, sore sekitar pukul 16.00 Melinda Zidemi yang berasal dari Nias Sumatera Utara itu datang ke Divisi 1 dari mess tempat tinggalnya di Divisi 4.

"Jaraknya sekitar 2 kilometer. Dia datang mau ngurus gereja bersama anak kecil sekitar 11 tahun. Saat itu saya lihat sendiri mereka datang saat saya sedang bongkar bibit," katanya.

Dari Divisi 1 sekitar pukul 17.00, Melinda dan NT berniat pulang ke Divisi 4.

Di tengah perjalanan, keduanya dicegat dua orang laki-laki.

"Si anak berhasil meloloskan diri dan melapor ke Divisi 4," katanya.

Ternyata, NT ditemukan berjarak 100 meter dari tempat kejadian dengan kondisi terikat tali karet ban bekas.

Supriadi Kabid Humas Polda Sumatera Selatan mengungkapkan kalau pelaku mengira bahwa bocah tersebut sudah meninggal.

"Di luar dugaan pelaku bahwa korban NT yang selamat ini yang kini jadi saksi selamat, dan bisa melepaskan diri dan kabur," ungkapnya di Instalasi Forensik Rs Bhayangkara Palembang. Selasa (26/3/19).

NT mengalami luka-luka di punggung karena tubuhnya diseret menuju tempat semak-semak.

Korban juga masih mengalami trauma dan belum bisa dimintai keterangan.

"Dan terdapat luka di punggung diduga karena diseret menuju tempat semak-semak dan ada dua TKP ya. Saat ini korban sudah kita amankan, kita rawat sampai pulih, dan kita mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.

Kronologi Pembunuhan dan Perkosaan

Berdasarkan kronologi kejadian dari poilisi, korban Melinda Zidemi dan NT berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke Pasar Jeti sekitar pukul 17.00.

Kedua korban pulang menuju Camp Di divisi 4, namun sebelum sampai di divisi 4 tepatnya di divisi 3, korban diadang di jalan dengan cara jalan diblokir menggunakan batang kayu balok.

Korban memutuskan untuk berhenti dan saat berhenti itulah korban dihampiri oleh diduga dua orang pelaku.

"Pelakunya memiliki ciri ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 Cm, menggunakan Baju Hitam dan memakai penutup wajah. Diduga kain sarung warna hitam sebagai penutup wajah," ujar Kabid Humas Kombes Pol Supriadi.

Korban Melinda Zidemi dan NT langsung diseret pelaku ke dalam kebun sawit.

Menurutnya, korban sempat dicekik dan tangan mereka diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

Korban NT, pingsan dan di buang di semak semak di areal perkebunan sawit.

Sedangkan korban Melinda Zidemi dicekik hingga meninggal kemudian mayatnya diseret dan dibuang dari lokasi pembunuhan dengan jarak lebih kurang 100 M.

Sementara NT berhasil bangkit dan menyelamatkan diri.

Diduga Bermotif Dendam

Dua pelaku pembunuhan Melinda Zidemi (24) diketahui merupakan warga setempat, Kecamatan Air Sugihan, OKI.

Para pelaku merupakan buruh yang bekerja di area perkebunan Sawit PT PSM.

Dari informasi yang dihimpun kedua pelaku berinisial Hen dan Nang.

Keduanya ditangkap oleh Tim gabungan setelah hasil pengumpulan bukti-bukti dari para saksi di TKP.

"Iya alhamdulilah belum sampai 48 jam tim dari Polda Sumsel, dan Polres OKI serta Polsek setempat sudah bisa menangkap pelaku dengan inisial Hen dan Nang. Besok akan dirilis setelah tersangka merapat ke Polda," kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (28/3/2019).

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi dua orang pelaku tersebut sehari-hari bekerja di perusahaan tersebut.

"Dua pelaku berhasil diamankan oleh Tim gabungan polres OKI dan Polda Sumsel. Keduanya berprofesi sebagai buruh di perkebunan sawit," jelas Kombes Pol Supriadi.

Para pelaku tega menghabisi korbannya dengan mengikat tali serta mencekik korban hingga tewas.

Dari penyelidikan awal ditemukan bercak sperma, korban juga saat ditemukan kaki dan tangannya terikat ke belakang.

Sedangkan baju yang digunakan tersingkap setengah.

Motif pembunuhan seorang calon pendeta yang sedang proses mengabdi di daerah tersebut sebelumnya menjadi atensi Polda Sumsel.

"Motif pelaku sejauh ini dendam, para pelaku saat ini tengah dibawa ke Polda Sumsel untuk diperiksa. Dan besok rencananya Kapolda akan merilis secara langsung, para pelaku," jelasnya.

Sementara, Kapolres OKI Donny Eka Saputra saat dimintai keterangan penangkapan pelaku mengatakan, jika pelaku ditangkap di Kecamatan Air Sugihan.

"Benar ditangkap di Air Sugihan beberapa waktu lalu. Pelaku sedang dilengkapi berkasnya baru dibawa ke Polda Sumsel," jelasnya.

Penangkapan para pelaku pembunuhan sudah berlangsung sejak Rabu (28/3/2019).

Namun Donny enggan membeberkan lebih jauh kapan dan bagaimana waktu ditangkapnya para pelaku.

"Sebetulnya pelaku sudah diamankan dari kemarin. Cuma kita masih mencari bukti-bukti. Mereka gak mengaku, tapi masyarakat melihat motor milik pelaku di TKP. Dugaan ada kebencian apa biar besok saja diungkap Kapolda," jelasnya.

Diungkapkan sebelumnya, hingga hari kedua perkembangan kasus tersebut Tim gabungan telah memeriksa tempat-tempat dan 5 orang saksi yang bersinggungan dengan korban sebelum diadang oleh para pelaku.

"Kita melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baru, ada lima orang di sekitar TKP. Semuanya sudah kita periksa, ada warga yang rumahnya berdekatan dengan TKP di sana," ujar Supriadi.

Bahkan menurutnya, salah satu saksi ada yang sempat mengobrol dengan korban sebelum kejadian juga diperiksa untuk mendapatkan keterangan terbaru dari kasus tersebut.

"Sebelum dia diadang oleh pelaku, ada saksi yang sempat ngobrol dengan korban. Dia termasuk dalam 5 orang saksi baru tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Sumsel telah menerjunkan Tim K9 anjing pelacak dan unit Jatanras untuk membantu melakukan pemeriksaan ulang TKP kejadian.

Anjing pelacak sedikit kesulitan mencari jejak di TKP karena sudah banyak dimasuki oleh warga. (mg2)

Karyono Pria Banyumas Hilang 12 Tahun Muncul di Telaga Ranjeng, Keluarga Duga Dibawa ke Dunia Lain

Amien Rais Sebut Banyak Jin dan Genderuwo di Hotel Borobudur, Fahri Hamzah: Ayo KPU Pindah

Karni Ilyas Tak Terima ILC Disebut Opisisi, Rocky Gerung: Ini Tempat Saya Ngibul

ABG 185 Kali Lakukan Pemesanan Makanan Fiktif ke Ojol, Ketahuan, Rumahnya Didatangi Ramai-ramai

Nikita Mirzani Geli dengan Wijin Pacar Gisel: Diundang di TV Mau Aja Mau Aja!

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved