Menteri Pertanian Minta Polres Brebes Usut Tuntas dan Hukum Berat Pengedar Pestisida Palsu

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta jajaran Polres Brebes untuk mengusut tuntas kasus peredaran obat pertanian palsu.

Menteri Pertanian Minta Polres Brebes Usut Tuntas dan Hukum Berat Pengedar Pestisida Palsu
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Dirut Bulog, Budi Waseso, anggota DPR RI, Agung Widyantoro, serta Bupati Brebes Idza Priyanti panen barang merah di Kecamatan Wanasari, Brebes, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta jajaran Polres Brebes untuk mengusut tuntas kasus peredaran pestisida palsu.

Ia juga meminta agar polisi memberikan hukuman yang berat kepada para pelaku yang tertangkap.

Hal itu disampaikan Andi Amran Sulaiman terkait tertangkapnya dua orang pengedar pestisida palsu di wilayah Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penjualan pestisida palsu tersebut telah merugikan banyak petani.

"Kami baru terima laporan, ada yang menjual pestisida palsu di Brebes. Pak Kapolres, saya titip diusut dan hukum seberat-beratnya pelakunya," kata Amran dalam kunjungannya menemui ribuan petani dari Brebes, Tegal dan Pemalang, di alun-alun Brebes, Jumat (29/3/2019) .

Ia menuturkan, penjualan obat pestisida palsu itu kejahatan yang menyebabkan para petani gagal panen dan mengalami kerugian besar.

Karena itu, ia menyampaikan, apresiasi yang tinggi atas keberhasilan jajaran Polres Brebes yang berhasil membongkar peredaran pestisida palsu dan menangkap pelakunya.

Dikatakannya, peredaran pestisida palsu telah menyebabkan produksi para petani gagal, tanaman hancur dan tidak bisa panen. Kondisi itu mengakibatkan kerugian yang besar bagi kalangan petani.

"Percayakan pada kami. Kalau kami temukan, saya pertaruhkan diri kami. Kalau dia tidak ditangkap, saya siap untuk tinggalkan jabatan ini. Ini tidak boleh ada lagi. Saya titip para pelaku peredaran pestisida dan pupuk palsu benar-benar dihukum berat," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved