Pemilik Toko di Kota Tegal Ditangkap BNN, Diduga Sudah Jadi Pecandu Tak Sekadar Pengedar Sabu

Seorang pemilik toko diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal karena mengedarkan sabu dan ekstasi.

Pemilik Toko di Kota Tegal Ditangkap BNN, Diduga Sudah Jadi Pecandu Tak Sekadar Pengedar Sabu
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Jumat (29/3/2019), di kantornya, Kepala BNN Kota Tegal Igor Budi Mardiono menunjukkan barang bukti narkoba hasil sitaan dalam penangkapan tersangka di Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Seorang pemilik toko diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal karena mengedarkan sabu dan ekstasi.

Tersangka berinisial TW (40) itu diringkus pada Selasa (26/3/2019) pukul 16.30, seusai turun dari sepeda motornya di sekitar Jalan Ahmad Yani, depan Pasar Pagi, Tegal Timur, Kota Tegal.

TW yang diketahui juga pecandu berat itu merupakan warga Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Adapun barang bukti berupa 0.6 gram ekstasi dan 0.6 gram sabu disita petugas saat melakukan pengembangan di kediaman tersangka di Pangkah.

Selain itu, pipet cangklong yang biasa dipakai tersangka untuk menikmati sabu tak luput disita petugas BNN.

"Tersangka merupakan jaringan lokal. Satu pelaku lainnya masih kami buron," kata Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiono kepada Tribunjateng.com, Jumat (29/3/2019).

Menurut Igor, pelaku telah mengedarkan barang-barang haram itu untuk wilayah Tegal sudah cukup lama.

Hal itu terlihat dari sudah lamanya tersangka memakai sabu hingga kecanduan.

"Pelaku ini memakai sabu agar bisa semangat terus. Sudah cukup kecanduan dia (tersangka). Penangkapan tersangka ini didasari dari laporan masyarakat," sambungnya.

Atas kasus ini, tersangka akan dikenakan Pasal 112 Ayat 1 junto Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman penjara 4 tahun lamanya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved