Perlintasan Di Bawah Fly Over Palur Akan Ditutup PT KAI, Ini Tanggapan Kepala Dishub PKP

PT KAI berencana menutup perlintasan di bawah fly over Palur Karanganyar, lantaran pemasangan wesel

Perlintasan Di Bawah Fly Over Palur Akan Ditutup PT KAI, Ini Tanggapan Kepala Dishub PKP
Agus Iswadi
Kepala Dishub Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Karanganyar, Sundoro. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - PT KAI berencana menutup perlintasan di bawah fly over Palur Karanganyar, lantaran pemasangan wesel berkaitan dengan pengoperasian jalur ganda (Double Track) kereta api.

Menanggapi rencana penutupan perlintasan di bawah fly over Palur itu, Kepala Dishub Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Karanganyar, Sundoro mengatakan, pada 26 November 2018 telah diadakan rapat rencana penutupan perlintasan.

Kemudian pada 28 Maret 2019 rapat koordinasi pengamanan perlintasan sebidang terkait pemasangan wesel.

"Pada prinsipnya kami siap mengamankan atau mengalihkan arus lalu lintas. Lalu saya tanya dampaknya setelah pasang wesel apa? Mereka jawab perlintasan ditutup," ungkap Sundoro saat ditemui wartawan seusai mengikuti acara di Kantor Setda Karanganyar, Kamis (28/3/2019)

Ia meminta PT KAI bersurat ke Gubernur Jawa Tengah, mengingat jalan tersebut merupakan jalan provinsi.

"Pemkab Karanganyar tidak berwenang terhadap jalan itu. Itu jalan provinsi, penutupan jalan bukan wewenang kami," terangnya

Selain itu, ia meminta untuk mempertimbangkan dampak yang terjadi apabila pelintasan itu ditutup.

Seperti dampak sosial, ekonomi, dan pendidikan bagi warga yang tinggal maupun mengunakan akses perlintasan di bawah fly over tersebut.

"Begitu juga dampak lainnya, karena itu nanti dampaknya bukan hanya ke Karanganyar. Ada Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Jangan hanya bertumpu pada ketentuan berlaku," tuturnya

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daops VI, Eko Budiyanto menuturkan, bahwa untuk keperluan pemasangan wessel di perlintasan KA 108 Palur, perlintasan di bawah fly over Palur tersebut akan ditutup.

"Mohon untuk dimaklumi karena seiring dengan selesainya pembangunan jalur ganda (double track). Dipastikan frekuensi jumlah KA akan bertambah. Kecepatan bertambah sehingga jika masyarakat tidak waspada akan sangat berbahaya," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

"Untuk pengaturan KA dan keselamatan maka jalan perlintasan tersebut akan ditutup. Masyarakat dapat menggunakan perlintasan lainnya," lanjutnya

Ia menuturkan, Kemenhub Dirjen Perkeretaapian memiliki program penutupan perlintasan untuk keselamatan perjalanan KA maupun masyarakat.

"Prioritas perlintasan yang akan ditutup antara lain, perlintasan yang sudah ada fly over atau under pass, perlintasan yang jarak antara perlintasan 1 dengan lainnya terlalu dekat kurang dari 800 meter, dan perlintasan liar," tuturnya. (*)

Karyono Pria Banyumas Hilang 12 Tahun Muncul di Telaga Ranjeng, Keluarga Duga Dibawa ke Dunia Lain

Amien Rais Sebut Banyak Jin dan Genderuwo di Hotel Borobudur, Fahri Hamzah: Ayo KPU Pindah

Karni Ilyas Tak Terima ILC Disebut Opisisi, Rocky Gerung: Ini Tempat Saya Ngibul

TERBARU: Diduga terlibat Pembobolan ATM, Bank Jateng Akan Balik Laporkan Nasabahnya ke Polisi

 

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved