Tanggapan OJK Terhadap Polemik Bank Jateng dan Nasabahnya: Itu Bagian Force Majeure

OJK menyebut apa yang terjadi antara Bank Jateng dan nasabahnya di Kabupaten Pati adalah bagian dari force majeure dalam sebuah peralihan sistem.

Tanggapan OJK Terhadap Polemik Bank Jateng dan Nasabahnya: Itu Bagian Force Majeure
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut apa yang terjadi antara Bank Jateng dan nasabahnya di Kabupaten Pati adalah bagian dari force majeure atau keadaan di luar batas dalam sebuah peralihan sistem di mesin ATM.

Hal itu diungkapkan Deputi Direktur Manajemen Strategis dan Kemitraan Pemerintah Daerah Kantor OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Dedy Patria saat ditemui di kantornya, di Jalan Kyai Saleh Kota Semarang, Jumat (29/3/2019).

Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir saat bertransaksi di ATM.

Karena keamanan dan proses pengawasan telah dilakukan secara mendetail dan terperinci.

Meski demikian, faktor risiko nol persen memang tidak pernah ada.

Dan apa yang terjadi kepada seorang nasabah di Pati adalah nol koma sekian persennya.

"Meski demikian, karena permasalahan antara nasabah dan industri jasa keuangan tersebut sudah melangkah ke ranah hukum ya biar berjalan dahulu, kami menghormati. Apa nanti keputusan hukum itu yang harus ditaati kedua belah pihak," ucap Dedy.

Sebenarnya dia juga menyayangkan kedua belah pihak langsung mengambil langkah hukum.

Pasalnya apa yang terjadi sebenarnya bisa dimediasi dan diselesaikan oleh kedua belah pihak.

OJK memiliki proses pra mediasi hingga mediasi.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved