Bank Jateng Laporkan Nasabah Dugaan Pelanggaran UU Transfer

KetuaTim Penyelesaian Hukum Bank Jateng, Mirza Kurniadi mengatakan Bank Jateng mengajukan pengaduan ke Polda Jateng

Bank Jateng Laporkan Nasabah Dugaan Pelanggaran UU Transfer
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM -- KetuaTim Penyelesaian Hukum Bank Jateng, Mirza Kurniadi mengatakan Bank Jateng mengajukan pengaduan ke Polda Jateng terkait adanya dugaan pelanggaran undang-undang transfer dana yang dilakukan Muhammad Ridwan dan istrinya Nanik Supriyati.

Kedua nasabah tersebut mengakui dan menguasai hak yang bukan miliknya.

"Jadi ada uang senilai Rp 5,414 miliar itu yang diakui sebagai haknya (kedua nasabah tersebut). Padahal uang itu dari hasil transaksi karena adanya kekeliruan peng-accept-an (perintah) transfer dana," ujarnya, Jumat (29/3).

Menurut UU tranfer dana, kata dia, jika terjadi kekeliruan, maka yang bersangkutan wajib mengembalikan uang tersebut.

Pihaknya telah melakukan upaya mediasi kepada kedua nasabah tersebut di kantor cabang pembantu (KCP) Bank Jateng Kayen.

"Waktu itu dia (Muhammad Ridwan) mau mengembalikan Rp 2 miliar. Namun yang masih dikembalikan Rp 1 miliar," ujarnya.

Namun upaya mediasi yang dilakukan petugas KCP Bank Jateng Kayen tidak tuntas. Nasabahnya tersebut malah melimpahkan perkaranya penasehat hukumnya.

"Proses itu terus bergulir dan dia (Muhammad Ridwan) mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Semarang," tuturnya.

Pada gugatan tersebut, menurutnya juga dilakukan proses mediasi. Saat itu pihak penggugat diminta menunjukkan bukti transaksi.

"Jika di rekening BCA-nya terdebet maka Bank Jateng akan mengembalikan uangnya penuh. Majelis hakim pada perkara tersebut juga meminta rekening BCA milik penggugat. Namun penggugat menolak dan memilih melajutkan persidangan," paparnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved