Hendropriyono Sebut Pilpres 2019, Ideologi Pancasila Berhadapan dengan Khilafah

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengungkapkan, bakal terjadi pertarungan antara dua ideologi berbeda saat Pemilu 2019.

Yoga Sukmana/Kompas.com
Mantan Kepala BIN Hendropriyono di Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar, Jakarta, Rabu (21/9/2016) 

TRIBUNJATENG.COM- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengungkapkan, bakal terjadi pertarungan antara dua ideologi berbeda saat Pemilu 2019.

"Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya. Orang yang berhadapan bukan hanya kubu, kubu dari Pak Jokowi dan kubu dari Pak Prabowo, bukan. Tapi ideologi," tutur Hendropriyono di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Hendropriyono mengatakan, yang bertarung pada Pemilu kali ini adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan khilafah.

Dirinya meminta masyarakat harus mulai menentukan pilihan dan memahami calon pemimpin yang dipilih pada Pemilu 2019.

"Bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana. Rakyat harus jelas mengerti. Bahwa dia harus memilih yang bisa membikin dia selamat," ujar Hendropriyono.

Hendropriyono menjelaskan, selama ini ideologi Pancasila telah membawa kemajuan bagi Bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya.

Dirinya mengungkapkan, ideologi khilafah sudah tidak berfungsi sejak abad ke-13, yakni pada tahun 1258.

Menurut Hendropriyono, negara-negara Islam dan Arab sekalipun lebih memilih tata negara kerajaan.

"Tidak ada lagi yang memilih khilafah ini, karena juga secara resmi sudah tidak diikuti, dibubarkan. Itu 1924," paparnya.

"Masa sekarang mau ke sana. Jangan coba-coba. Kita tahu apa yang terjadi di Suriah dan Irak adalah karena coba-coba," jelas Hendropriyono.

Hendropriyono meluncurkan draf buku karyanya yang berjudul Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia.

Dirinya saat ini merupakan guru besar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di bidang filsafat.

Lantas, Mahfud MD memberikan tanggapan.

Menurut Mahfud MD Jokowi dan Prabowo sudah memenuhi syarat konstitusional berideologi pancasila.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved