Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pernah Berjaya Tahun 1990 an, Kunjungan Turis Asing ke Dieng Kian Menurun

Kawasan Wisata Dataran tinggi Dieng masih menjadi magnet bagi wisatawan berkunjung. Setiap momentum hari besar atau liburan, selalu ramai wisatawan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
tribun jateng/hermawan handaka
Keindahan matahari terbit dilihat dari puncak bukit Sikunir, Dieng. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Kawasan Wisata Dataran tinggi Dieng masih menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung. Setiap momentum hari besar atau liburan, daerah berhawa dingin ini selalu diramaikan wisatawan.

Bukan hanya wisatawan dalam negeri, banyak turis asing kepincut menjelajah kawasan yang sejatinya kaldera gunung api purba ini.

Tingginya animo masyarakat internasional Dieng mengunjungi paling tidak terlihat saat momentum Dieng Culture Festival (DCF) tahun 2018 lalu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Banjarnegara Dwi Suryanto, even budaya yang diselenggarakan selama 3 hari itu mampu menyedot 157 ribu wisatawan.

Ditambah sekitar 1200 wisatawan asing yang ikut meramaikan even itu. Ini sekaligus membuktikan, even tahunan itu sudah mendapatkan pengakuan masyarakat internasional. Meski capaian ini cukup bagus, Dwi merasa tingkat kunjungan turis asing belum memenuhi target.

"Targetnya 1.500 turis asing, ini baru 1.200," katanya.

Berada di ketinggian di atas 2000 mdpl, kondisi alam dataran tinggi Dieng susah ditemukan di tempat lain. Bukan hanya pesona alamnya yang lengkap, Dieng kental dengan nuansa budaya. Kelompok candi peninggalan Hindu masih terawat hingga sekarang. Pantas saja turis asing terpikat.

Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah
Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah ((Shutterstock)

Kesohoran Dieng bagi masyarakat internasional ternyata bukan terjadi belakangan. Jauh sebelum DCF pertama kali digelar, pesona Dieng sudah lama menjadi magnet masyarakat asing.

Di bandingkan dahulu, kunjungan turis asing ke Dieng belakangan ini belum ada apa-apanya.

Praktisi Pariwisata dari Kementerian Pariwisata Ary Basoeki mengatakan, dari data Kementerian Pariwisata, wisata dataran tinggi Dieng mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1990 an. Masa kejayaan ini ditandai dengan masifnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Dieng.

Pada tahun 1990 misalnya, kunjungan wisatawan mancanegara ke Dieng mencapai 42.987 orang. Hingga tahun 1997, kunjungan wisatawan asing ke Dieng masih di atas 20 ribu orang meski kecenderungannya menurun di setiap tahunnya.

Tetapi, sejak tahun 1998, kunjungan turis asing ke Dieng turun drastis, hanya di angka sekitar 10 sampai 11 ribuan orang.

Krisis sosial ekonomi dan politik Indonesia yang terjadi pada tahun 1997-1998 disebut sebagai pemicu penurunan minat wisatawan asing ke Dieng.

Selain itu, merosotnya kunjungan wisatawan asing ke Dieng juga dipengaruhi penurunan kualitas objek wisata dan lingkungan.

Tingginya kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian disebut jadi pemicu kerusakan struktur tanah di dataran tinggi Dieng. Degradasi lingkungan ini tak ayal mengakibatkan rusaknya objek atraksi ekowisata Dieng.

"Eco tourism, pariwisata berwawasan lingkungan yang berkelanjutan mesti dijaga," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved