TERBARU: Bank Jateng Lapor Balik Nasabah, Ahli IT Sebut Harus Ada Data Pembobolan ATM

Direksi Bank Jateng berbalik melaporkan dua nasabahnya tersebut ke Direktorat Serse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng

TERBARU: Bank Jateng Lapor Balik Nasabah, Ahli IT Sebut Harus Ada Data Pembobolan ATM
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRI P
Kuasa hukum Bank Jateng melaporkan dua nasabahnya ke Ditresikrimsus Polda Jateng, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Drama gugatan pemblokiran uang milik nasabah Bank Jateng Muhammad Ridwan dan istrinya Nanik Supriyati berujung dengan laporan kepolisian.

Direksi Bank Jateng berbalik melaporkan dua nasabahnya tersebut ke Direktorat Serse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng terkait adanya dugaan pembobolan saldo melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal ketika nasabah Bank Jateng, Muhammad Ridwan menggugat Bank Jateng ke pengadilan lantaran merasa saldo di rekeningnya tak bisa diambil.

Gugatan Ridwan kemudian mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Semarang.

Ketika sidang gugatan perdata masih berjalan, Direksi Bank Jateng balik melaporkan nasabahnya yakni Ridwan ke polisi.

Direksi Bank Jateng yakin jika uang yang berada di rekening Ridwan adalah hasil kejahatan perbankan, yakni dengan cara membobol transaksi lewat mesin ATM Bank Jateng.

Direktur Indonesia Efraud Watch (IEW), Solichul Huda mengatakan, untuk mengungkap pelaku dugaan pembobolan saldo, perlu dilakukan uji digital forensik. Hal tersebut untuk mengetahui apakah database di Bank Jateng masih orisinil atau tidak.

"Kejadian seperti ini ada beberapa kemungkinan, di antaranya dugaan nasabah nakal yang harus dibuktikan," jelas pakar (information Technology) IT Universitas Dian Nuswantoro, Jumat (29/3).

Pembuktian nasabah nakal, menurut dia tidak membutuhkan banyak waktu. Baginya pembuktian hanya memerlukan waktu empat jam.

"Saya juga bisa melihat apakah ada bukti atau tidak. Bukti saya bukan bukti cetakan. Karena bukti itu tidak menjadi barang bukti yang sah di pengadilan. Mestinya diuji forensik lebih dulu ," ujar dia.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved