Proses Situs Patiayam Jadi Kawasan Cagar Budaya Belum Tuntas, Disparbud Kudus Ungkap Perkembangannya

Pengajuan situs Patiayam untuk menjadi kawasan cagar budaya berskala nasional saat ini masih belum tuntas.

Proses Situs Patiayam Jadi Kawasan Cagar Budaya Belum Tuntas, Disparbud Kudus Ungkap Perkembangannya
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
Museum Purbakala Patiayam yang terdapat di Desa Terban, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus menjadi tujuan sejumlah wisatawan untuk mengisi hari libur tahun baru. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pengajuan situs Patiayam untuk menjadi kawasan cagar budaya berskala nasional saat ini masih belum tuntas.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwosata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kudus, Sutiyono mengatakan, saat ini proses pengajuannya sudah sampai ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Ini proses pengajuannya masih berlangsung. Kami mengajukan ke provinsi kemudian dikaji dan diajukan ke pusat," kata Sutiyono, Minggu (31/3/2019).

Dia mengatakan, dalam pengajuan ini ada beberapa hal yang dikaji.

Selanjutnya, terkait penetapan kawasan cagar budaya, katanya, meliputi zona atau luas wilayah berikut bangunan yang ada--dalam hal ini Museum Purbakala Patiayam.

"Informasi yang kami terima, pengajuan berkas yang diajukan ke provinsi sudah dikaji, kemudian sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat (Kemendikbud)," kata dia.

Penetapan situs ini sebagai kawasan cagar budaya, katanya, untuk menunjang keberlangsungan konservasi benda kepurbakalaan yang banyak ditemukan di situs tersebut.

Temuan itu meliputi fragmen gajah purba jenis stegodon atau jenis hewan purba lainnya termasuk moluska.

Sampai saat ini, terhitung ada 6.500 hingga 7.000 fragmen purbakala yang berasal dari hewan laut, rawa, dan darat.

Semuanya tersimpan di museum.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved