Sukseskan Pemilu 2019, GP Ansor Akan Terjunkan 4,7 Juta Kader Ikut Jaga TPS

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menerjunkan sebanyak 4,7 kadernya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sukseskan Pemilu 2019, GP Ansor Akan Terjunkan 4,7 Juta Kader Ikut Jaga TPS
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (berbaju putih) saat dijumpai Tribunjateng.com, di Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro, Tuntang, Kabupaten Semarang Minggu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka turut serta menyukseskan pemilu 2019 berjalan dengan aman, lancar, tertib dan tanpa diwarnai kecurangan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menerjunkan sebanyak 4,7 kadernya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan persiapan pengamanan sendiri telah dikoordinasikan dengan pengurus wilayah dan cabang GP Ansor yang di 34 provinsi di Indonesia melalui rapat koordinasi setiap daerah sejak Jumat (29/3/2019).

“Jawa Tengah kali ini merupakan urutan terakhir. Rakorwil dilakukan secara serentak pada masing-masing wilayah sebagai tindak lanjut gerakan Rabu Putih supaya teman-teman dilapangan nanti dapat mempersiapkan teknis dilapangannya nanti seperti apa,” terangnya kepada Tribunjateng.com, disela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) GP Ansor Jateng di Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro, Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (31/3/2019).

Menurut Gus Yagut begitu sapaan akrabnya, pada pelaksanaan pemilu 17 April nanti sebanyak 4,7 juta anggota GP Ansor akan turut serta melakukan penjagaan di TPS bekerjasama dengan TNI-Polri dan juga Linmas. Dikatakannya, pelibatan kader GP Ansor atas adanya kegelisahan masyarakat akan ada kelompok yang melakukan intimidasi dan provokasi.

“Jadi gerakan ini yang kami namai Rabu Putih bertujuan memberikan rasa aman kepada calon pemilih ketika mau menggunakan hak pilihnya ke TPS,” katanya

Ia menambahkan, dari total jutaan kader yang ada tersebut disampaikan telah dilakukan pembagian tugas dengan sistem berlapis. Mereka sebagian mengenakan seragam Banser berjaga di TPS bersama TNI-Polri dan juga Linmas melakukan penjagaan, sisanya bertugas menggerakkan pemilih supaya datang ke TPS mengenakan baju putih.

“Setiap TPS akan kami tugaskan tiga hingga lima orang anggota Ansor/Banser. Selebihnya mengajak warga ke TPS supaya meminimalisir angka golput,” ujarnya

Terkait hal tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi baik dengan TNI maupun Polri. Pihaknya menegaskan penjagaan yang dilakukan anggota Ansor atau Banser lebih pada membaca sinyalemen atas kelompok atau orang sedang melakukan intimidasi maupun provokasi. Pihaknya menegaskan, jumlah personil TNI maupun Polri yang terbatas dinilai perlu partisipasi masyarakat.

“Tentu Ansor-Banser ini bukan aparat negara, jadi karena jumlah anggota kami lebih banyak. Sebagai bagian dari masyarakat kami turut mengambil peran partisipasi itu. Apabila ada pelanggaran kami laporkan ke pertugas berwenang,” jelasnya

Pada Rakorwil GP Ansor Jateng di Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro, Tuntang, Kabupaten Semarang tersebut turut dihadiri ratusan anggota GP Ansor dan Banser dari 35 Pimpinan Cabang Kabupaten/Kota di Jateng. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved