Perlunya Prodi Kecerdasan Buatan di Universitas, Menristekdikti: Misal Bikin Sistem Keamanan Digital

Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi membuka jurusan atau program studi sesuai tantangan zaman sekarang, di era Revolusi Industri 4.0.

Perlunya Prodi Kecerdasan Buatan di Universitas, Menristekdikti: Misal Bikin Sistem Keamanan Digital
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Menristekdikti RI Prof Dr Mohamad Nasir menyampaikan pidato kebangsaan di Balairung UKSW Salatiga, Senin (1/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI mendorong perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta membuka jurusan atau program studi sesuai tantangan zaman sekarang, di era Revolusi Industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir disela kunjungan ke Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

“Sumber informasi di Indonesia itu besar. Kalau dikelola secara baik bisa menggerakkan ekonomi dan pembangunan atau lain sebagainya,” terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai menyampaikan pidato kebangsaan berjudul 'Menuju Indonesia Maju, Terbuka, dan Berkeadilan dalam Bingkai Kebinekaan' di Balairung UKSW Salatiga, Senin (1/4/2019).

Menurut Mohamad Nasir, apabila informasi atau data yang dimiliki Indonesia ini tidak dikelola baik, khawatirnya suatu saat dapat membahayakan keamanan nasional.

Ia menambahkan, karenanya mulai sekarang perguruan tinggi didorong membuka jurusan sesuai kebutuhan saat ini.

Dikatakannya, keamanan nasional sangat perlu dijaga melalui keamanan digital yang mumpuni karena era sekarang data begitu penting bagi suatu negara bangsa.

Dia berharap, dari sana muncul program studi kecerdasan buatan misalnya atau lain sebagainya.

“Kami juga mendorong kampus menyediakan program studi yang dibutuhkan dunia industri. Dari sumber informasi atau data itu dapat diolah tim programing atau spesialis coding kemudian dikumpulkan pusat (big data),” katanya.

Nasir menerangkan, menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dibutuhkan banyak tenaga muda kreatif dengan kemampuan beragam terutama penguasaan teknologi digital dan adanya data menjadi sumber utama. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved