Ribuan Warga Hadiri Kirab Budaya Perayaan HUT ke-113 Kota Pekalongan

Ribuan orang memadati pelaksanaan kirab budaya di Kota Pekalongan. Masyarakat berkumpul untuk menyaksikan kirab budaya sambut hari jadi ke-113

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Penampilan para peserta kirab budaya sambut hari jadi Kota Pekalongan ke-113, di kompleks Jatayu Kota Pekalongan, Senin (1/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ribuan orang memadati pelaksanaan kirab budaya di Kota Pekalongan.

Adapun masa memadati Jalan KH Wahid Hasyim, Salak, Manggis, Diponegoro hingga menuju kompleks Jatayu Kota Batik.

Masyarakat berkumpul untuk menyaksikan kirab budaya sambut hari jadi Kota Pekalongan ke-113.

Dalam kirab puluhan grup dari jajaran instansi pemerintah, masyarakat dan perwakilan kelurahan hingga kecamatan ikut memeriahkan acara.

Kostum yang digunakan para peserta berupa sarung batik, yang dikombinasikan dengan berbagai busana.

Walaupun berdesakan-desaka sejumlah pengunjung mengaku sangat terhibur dengan adanya arak-arakan.

"Karena perwakilan dari daerah kami juga ikut jadi saya sengaja menonton, tidak mengapa walaupun berdesak-desakan," Rusmiati (50) satu di antara warga Kecamatan Pekalongon Utara, Senin (1/4/2019).

Ia mengaku warga melakukan persiapan untuk mengikuti kirab dari Maret lalu, dan membawa hasil bumi berupa ikan asin.

"Warga Kecamatan Pekalongan Utara mayoritas memang berprofesi sebagai nelayan, jadi mengumpulkan ikan asin untuk kirab," paparnya.

Adapun Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Pekalongan, Sutarno menjelaskan, acara terlaksana karena dukungan dari masyarakat.

"Adanya acara karena pemerintah bersatu padu bersama masyarakat, dan diwujudkan dal kirab," katanya.

Ia menambahkan, ribuan peserta berbaur menjadi satu dalam kirab budaya sambut hari jadi Kota Pekalongan.

"Peserta ada 5.000 orang, yang terbagi dalam puluhan grup, kirab ini merupakan rangkaian acara hari jadi Kota Pekalongan dan akan ditutup dengan penampilan Ebiet G Ade," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz berharap, Kota Pekalongan semakin maju di usia ke-113.

"Ada dua permasalah yang harus ditangani di usia ke-113 kali ini, yang pertama adalah lunturnya budaya sarung batik dan pemakaian dialek Pekalongan. Sedangkan yang kedua adalah pengurangan pengangguran karena terbakar Pasar Banjarsari. Kami akan terus berkomitmen untuk mengentaskan permasalah tersebut," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved