Dinas Perdagangan Kota Semarang Terbitkan Surat Edaran Agar Pedagang Tidak Golput

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengimbau seluruh pedagang seluruh pasar di Kota Semarang untuk menggunakan hak pilihnya

Dinas Perdagangan Kota Semarang Terbitkan Surat Edaran Agar Pedagang Tidak Golput
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Dinas Perdagangan Kota Semarang mengadakan rapat terkait dengan para PPJP, Selasa (2/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengimbau seluruh pedagang seluruh pasar di Kota Semarang untuk menggunakan hak pilihnya saat pemilu pada 17 April mendatang.

Pihaknya akan memberikan surat edaran kepada seluruh pedagang melalui Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) agar para pedagang tidak golput.

"Tidak ada istilah golput bagi pedagang se-Kota Semarang. Nanti kami mohonkan kepada pak wali untuk membuat surat edaran tersebut," tegas Fajar, Selasa (2/3/2019).

Fajar mengatakan, Dinas Perdagangan dan para PPJP juga bersepakat akan membuat spanduk di setiap pasar sebagai bentuk bahwa para pedagang siap mendukung pemilu 2019 dan siap melakukan pencoblosan.

"Mungkin Kamis nanti spanduk sudah terpasang. Prinsipnya para pedagang mendukung Pilpres dan Pileg," imbuhnya.

Adapun operasional pasar pada 17 April mendatang, Fajar memperbolehkan para pedagang untuk berjualan seperti biasanya. Dinas Perdagangan akan menerjunkan seluruh stafnya ke setiap pasar untuk memastikan para pedagang sudah menggunakan hak pilih mereka.

"Apabila mereka belum nyoblos, belum ada tanda bahwa mereka telah menyoblos, kami akan mrminta pedagang untuk pulang dan menggunakan hak pilihnya terlebihdahulu," ujarnya.

Lebih lanjut, Fajar membeberkan, para pedagang juga akan melakukan deklarasi pemilu damai di halaman Balai Kota Semarang pada Minggu (14/3/2019). Setiap pasar diminta untuk mengerahkan pedagang sebanyak-banyaknya.

"Setiap pasar jumlah pedagangnya kan berbeda. Jadi, sesuaikan dengan jumlah pedagang masing-masing pasar," tambah Fajar.

Ketua PPJP Pasar Johar sekaligus Sekretaris PPJP Kota Semarang, Surahman mengatakan, akan meneruskan imbauan Dinas Perdagangan kepada para pedagang untuk menggunakan hak pilihnya.

Pihaknya memang mengusulkan agar Dinas Perdagangan tidak menutup operasional pasar pada saat pemilu nanti. Sebab, hal ini menyangkut ekonomi masyarakat. Pihaknya tidak ingin pemilu mengurangi hak masyarakat untuk mencari nafkah.

"Kami setuju pedagang tetap boleh berjualan. Saya yakin pedagang sudah bisa mengatur sendiri. Contoh, ada pedagang yang buka sejak pagi dan tutup pukul 09.00. Mereka bisa nyoblos setelah jualan. Ada juga pedagang yang buka mulai pukul 09.00. Mereka bisa menyempatkan untuk ke TPS dulu," terang Surrahman.

Dikatakannya, pedagang Pasar Johar tidak hanya dari Kota Semarang saja. Banyak pedagang berasal dari berbagai kota seperti Demak, Grobogan, Brebes, dan Salatiga. Setiap pemilu, PPJP tidak bisa memantau jumlah golput di setiap pasar. Pasalnya, jumlah pedagang samgat banyak dan mereka menggunakan hak pilih di kampung masing-masing namun dia yakin pedagang sudah bisa mengatur waktunya untuk menyempatkan diri menggunakan hak pilih. Pihaknya pun mempersilakan pedagang yang berencana untuk tutup pada saat Pemilu.

"Kalau mau libur tidak masalah. Kami beri kebebasan," ucapnya. (eyf)

Caption:
Dinas Perdagangan Kota Semarang mengadakan rapat terkait dengan para PPJP, Selasa (2/4/2019).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved