Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2019, KPU Salatiga Libatkan 171 Pemilih Asli

Menurutnya acara simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dilakukan serentak seluruh Indonesia

Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2019, KPU Salatiga Libatkan 171 Pemilih Asli
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Seorang warga terlihat sedang melakukan pencoblosan dalam simulasi pemungutan suara oleh KPU Salatiga di Auala Kecamatan Argomulyo sekaligus TPS 1 Kelurahan, Randuacir, Argomulyo, Salatiga, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka mendapatkan gambaran pasti proses tahapan pemilu berlangsung dengan baik sesuai prosedur, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga melakukan simulasi pencoblosan dan pemungutan suara untuk pemilu 17 April 2019 mendatang di TPS 1 Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga Rabu (3/4/2019)

Ketua KPU Kota Salatiga Syaemuri Albab mengatakan, simulasi yang dilangsungkan kali ini merupakan bagian dari kegiatan persiapan teknis pemilu sesuai rancangan KPU RI.

Menurutnya acara simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dilakukan serentak seluruh Indonesia.

“Bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus informasi pada para pihak dalam rangka menuju hari H pencoblosan 17 April 2019 mendatang,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Aula Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Rabu (3/4/2019)

Dikatakan Syaemuri, simulasi yang ada tersebut juga dimaksudkan sebagai tolak ukur proses persiapan internal KPU. Diluar itu kata dia, sekaligus mengetahu pasti batas waktu paling lama bagi warga atau calon pemilih manakala telah berada di TPS.

Ia menambahkan dalam proses simulasi pemungutan dan penghitungan suara sekira 171 pemilih asli yang terdiri dari daftar pemilih tambahan (DPTB), kemudian daftar pemilih khusus (DPK) dan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Kami libatkan pemilih asli lalu KPPS dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Itu semua bagian dari evaluasi sekaligus mencari jalan keluar penanganan kemungkinan-kemungkinan timbulnya masalah pada saat pencoblosan nanti,” katanya

Pihaknya menegaskan dari simulasi yang ada dapat diketahui apakah lokasi TPS telah ramah dengan disabilitas atau belum. Adakah kesulitan petugas nantinya kemudian sejauh mana batasan membantu, baik melipat maupun mencoblos secara benar dan sah.

“Semua ini dalam rangka mencari formula yang tepat pada saat 17 April 2019 itu sebaiknya seperti apa,” jelasnya

Seorang calon pemilih Retno Wahyu Ekowati menyampaikan simulasi yang dia ikuti memberikan pengalaman baru dan lebih jelas teknis saat pemilu nanti. Dia mengaku tidak mengalami kesulitan termasuk saat membuka surat suara dan kemudian kembali melipatnya.

“Setiap satu surat suara dibutuhkan sekira satu menit membuka, mencoblos dan melipatnya kembali. Kalau dirata-rata dikali lima surat suara membutuhkan waktu sekira 4-5 menit,” ujarnya

Retno menjelaskan pemilu nanti merupakan pengalaman baru karena sebagaimana pemilu yang lalu hanya satu surat suara dicoblos. Nantinya kata dia seusai mengikuti simulasi akan memilih mencoblos atau mengambil surat suara dengan ukuran kecil.

“Saya nanti akan pilih surat suara yang kecil dulu, coblos kemudian lipat kembali lalu sendirikan. Selebihnya saya sendirikan dari yang sudah tercoblos ke surat lain. Bedanya dengan pemilu lalu sekarang hanya harus lebih teliti,” pungkasnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved