Maruf Amin Dihadang di Pamekasan Madura, Idham Cholid: Itu Tak Sekadar Muatan Politik

Ketua Umum (Ketum) Jama'ah Yasinan (Jaya) Nusantara, Idham Cholid angkat bicara terkait insiden pengadangan terhadap KH Maruf Amin di Pamekasan.

Maruf Amin Dihadang di Pamekasan Madura, Idham Cholid: Itu Tak Sekadar Muatan Politik
KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA
Cawapres nomor urut 01 KH Maruf Amin saat menemui wartawan usai menghadiri acara Istighosah dan Deklarasi Kyai - Santri DIY untuk Kemenangan 01 di Yayasan Nur Iman Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (28/03/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - ‎Ketua Umum (Ketum) Jamaah Yasinan (Jaya) Nusantara, Idham Cholid, turut angkat bicara terkait insiden pengadangan terhadap Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) cum calon wakil presiden (Cawapres) nomor 01, KH Ma'ruf Amin, di Pamekasan, Madura, Senin (1/4/2019) kemarin.

Menurut Idham, pengadangan ini bukan semata-mata bermuatan politik.

‎"Aksi pengadangan terhadap KH Maruf Amin di Pamekasan, Madura merupakan tindakan yang sudah di luar batas norma dan etika agama, serta tata krama budaya ketimuran kita," kata Idham, melalui layanan pesan singkat WhatsApp (WA), Rabu (3/4/2019).

Kapolda Jateng Tegaskan Oknum Pemukul Simpatisan Capres di Kota Solo Masuk Ranah Pidana

Menurut cicit tokoh ulama ternama Wonosobo, KH R A‎bdul Fatah, pengadangan itu juga sarat nuansa idelogis dan keagamaan.

Pengadangan itu, sambungnya, juga bertujuan menggagalkan keinginan Kiai Ma'ruf untuk berziarah ke makam leluhur.

Sebagaimana diketahui, ziarah makam merupakan satu di antara sekian amaliyah kaum Nahdliyin.

Menurutnya, para pengadang itu adalah bagian dari ideologi keagamaan yang anti terhadap amaliyah ziarah kubur.

"Mereka selain anti ziarah, juga menghalangi orang untuk berziarah. Fakta ini telah menegaskan bahwa pendukung sebelah memang anti dengan amaliyah nahdliyah. Singkatnya, mereka sebenarnya anti-NU," tegas Idham.

‎Di samping itu, menurutnya, dalam kapasitas Cawapres sekalipun, KH Ma'ruf Amin tetaplah seorang ulama yang harus dihormati.

Dikatakan, begitulah prinsip ajaran Nabi Muhammad SAW.

"Namun justru mereka sebaliknya, membenci ulama hanya karena beda sikap politik. Seakan mereka menjunjung tinggi ulama, padahal hanya kamuflase belaka. Bahkan dalam rekaman video, seseorang melontarkan pernyataan keji kepada KH Maruf Amin dan leluhurnya," ucapnya.

Lebih jauh, sambung Idham, kelompok sebelah hanya menjadikan ulama sebagai label politik belaka, guna meraih dukungan suara Muslim.

"Mereka memang hanya menjadikan ulama sebatas label dan kuda tunggangan!," pungkasnya.

‎Sebelumnya diberitakan, rombongan Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin, diadang massa yang mengatasnamakan pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor 02, Prabowo-Sandi.

Pengadangan dilakukan saat rombongan Kiai Ma'ruf hendak berziarah dan menghadiri haul Kiai Suhro, Pamekasan, Madura. (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved